Foto : SANI/RADAR DEPOK DIRILIS : Polresta Depok menggelar rilis dua residivis pembobol rumsong, di Mapolresta Depok, Senin (21/1).
Foto : SANI/RADAR DEPOK
DIRILIS : Polresta Depok menggelar rilis dua residivis pembobol rumsong, di Mapolresta Depok, Senin (21/1).

DEPOK–Jangan sekali-kali meninggal rumah kosong (Rumsong) dengan keadaan lampu menyala. Bisa-bisa menjadi sasaran pencuri. Seperti di rumah Jalan H. Dulgani, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo misalnya. Jumat (28/1), rumah tersebut dikuras kawanan garong yang merugikan pemilik rumah hingga ratusan juta rupiah. Sayangnya, dua sekawan Charles Nicolas (36) dan Andri Susilo (21) belum sempat foya-foya. Kedua residivis ini terciduk Minggu (20/1),  di Kota Kembang, Kecamatan Cilodong.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan, dua unit sepeda motor, dua buah keyboard, tiga buah handphone, satu laptop, satu kamera digital LSR beserta lensa, perhiasan emas, dan satu gitar elektrik.

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengungkapkan, kedua pelaku bernama Charles Nicolas (36) dan Andri Susilo (21). Keduanya baru selesai mengakhiri masa tahanan di Rutan Cilodong dengan kasus yang sama.

“Mereka adalah pelaku yang memang incaran lama, target anak-anak (polisi) di lapangan. Baru keluar dari Rutan Cilodong kemudian sekarang melakukan aksinya lagi,” kata Deddy kepada Harian Radar Depok, Senin (21/1).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan satu buah linggis dan dua kunci L untuk membobol rumah korban. Pada saat itu, lanjut Deddy, rumah sedang ditinggal penghuninya pulang kampung. Sebelumnya, pelaku mengintai rumah korban karena pada siang hari lampunya menyala.

Pelaku mencongkel rumah korban yang beralamat di Jalan H. Dulgani, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo. Pada 23 Desember 2018 korban meninggalkan rumah untuk pulang kampung. Usai melakukan pengintaian, pada 28 Desember 2018 pelaku menjalankan aksinya.

“Pelaku sebelumnya memang melakukan observasi, biasanya muter-muter pakai motor ke perumahan. Melihat rumah mana saja pada siang hari lampunya masih nyala berarti rumah itu ditinggali pemiliknya,” ujarnya.

Deddy menuturkan, pelaku mengaku ada sekitar lima TKP di Depok yang sering menjadi tempat incaran sebelum melakukan aksinya. Di antaranya, wilayah Pancoranmas, Limo, dan Cimanggis.

Atas tindakan pelaku, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp100 juta. Kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.(san)