PROFIL

Sahat Farida Berlian

DEPOK Berniat maju kembali sebagai Anggota DPRD Kota Depok, tentu bagi seorang Sahat Farida Berlian semata-mata ingin mengabdi kepada rakyat, khususnya yang bermukim di Beji-Cinere-Limo, daerah pemilihannya (Dapil).

Menelisik hidup Politikus PDI Perjuangan ini, perempuan berusia 35 tahun ini diketahui sudah aktif berorganisasi sejak muda. Jauh sebelum menjadi Anggota DPRD Kota Depok (periode 2014-2019).

“Saya memang orangnya begini. Suka bersosialisasi dengan orang. Tentu sangat menguntungkan, karena lewat hobi saya ini, bisa mendengar langsung keluhan masyarakat,” ungkap Sahat kepada Radar Depok, Senin (21/1).

Ia menceritakan, lulus dari SMA Kemala Bhayangkari, dirinya melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Semasa kuliah, ia juga aktif di pers mahasiswa Didaktika. “Saya juga aktif Unit Penertiban Kampus Transformasi,” bebernya.

Nah lepas kuliah, petualangannya dimulai. Ia berkesempatan menjadi asisten riset pekerja migran di Nusa Tenggara Timur (NTT), Yayasan Tifa. Setelah itu dirinya bergabung di Walhi Sumatera Utara sebagai manajer advokasi dan kampanye.

“Saya juga pernah menjadi asisten produksi film Faolala, sebuah film dokumenter penguatan perempuan di Nias,” ungkap Caleg nomor urut 5 ini.

Dia pun pernah bekerja formil di Komnas Perempuan sebagai asisten koordinator divisi pemantauan. Kemudian di 2011, ia mengikuti workshop on CEDAW, konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita.

“Pernah ikut juga di Sekolah Pemikiran Pendidi Bangsa, Megawati Institute,” ujarnya.

Pernah pula ia menjadi peserta Pendidikan Kader Pendidik angkatan ke-5 DPP PDI Perjuangan tahun 2012 dan Asia Pacific Gander and Politics Training, APWLD Thailand tahun 2015.

“Masuk ke partai lebih dulu lewat Repdem. Kini saya juga sebagai pengurus di DPC PDI Perjuangan Kota Depok,” pungkasnya. (cky)