JUARA NASIONAL: Petinju Profesional asal Kota Depok, Silem Serang berhasil memenangkan Kejuaraan Nasional Kelas Terbang Ringan yang berlangsung di Mako Rindam III/Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (24/1). Foto : DOK.PRI FOR RADAR DEPOK
JUARA NASIONAL: Petinju Profesional asal Kota Depok, Silem Serang berhasil memenangkan Kejuaraan Nasional Kelas Terbang Ringan yang berlangsung di Mako Rindam III/Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (24/1). Foto : DOK.PRI FOR RADAR DEPOK

DEPOK – Petinju Profesional asal Kota Depok, Silem Serang kembali membuktikan kehebatannya.

Warga Kecamatan Cilodong itu berhasil merebut sabuk juara nasional kelas terbang ringan, usai mengalahkan petinju peringkat 4 nasional asal Lumajang, Faisol Junior.

Silem menang angka mutlak, 116-111 dan 116-113 dari Faisol dalam pertandingan 12 ronde di di Mako Rindam III/Siliwangi, Kota Bandung.

Atas kemenangan ini, Silem berhak membawa pulang sabuk Juara Nasional kelas Terbang Ringan dan Sabuk Rindam III/Siliwangi.

Tepat setelah lonceng ronde pertama dibunyikan, Silem dan Faisol langsung mengambil inisiatif menyerang. Alhasil, terjadi jual beli pukulan yang sengit sepanjang ronde.

Sebagai petinju ortodox yang dominan tangan kanan, Silem sempat kesulitan menyarangkan pukulannya ke tubuh Faisol. Sebab, Faisol yang berduel dengan gaya southpaw (kidal) membuat jarak cukup lebar dan sulit dijangkau Silem.

Namun, Silem pantang menyerah. Dia terus mempersempit jarak dengan bredelan jab ke arah Faisol. Terbukti, tidak butuh waktu lama untuk Silem meringsek masuk dan menembus pertahanan Faisol.

Sialnya untuk Faisol, Silem bertubuh lebih pendek. Sehingga setiap pukulan yang dilancarkan Silem, pasti memiliki bobot serupa uppercut.

Pengalaman memang tidak bisa bohong. Silem yang menyadari keunggulan ini makin membabi-buta menyerang Faisol. Tidak peduli masuk atau menghantam cover Faisol.

Akibat kelemahan ini juga, bagian perut Faisol kerap terbuka, dan berkali-kali jadi sasaran empuk pukulan Silem. Pola ini pun efektif memupus sesumbar Faisol ingin men-KO Silem kurang dari 6 ronde.

Sebagai petinju ranking 4 nasional, Faisol bukan petinju sembarangan. Dia mampu bertahan dari rangkaian pukulan Silem, dan berkali-kali selamat dari situasi terpojok.

Berkat kelincahan kakinya, Faisol juga berhasil menggagalkan  target Silem meng-KO dirinya di pertandingan malam itu.

Kedua petinju layak diacungi jempol. Sebab, mereka berhasil menampilkan duel sengit nan apik selama 12 ronde. Meskipun akhirnya, Fasiol harus pulang dengan kekakalahan dan mengakui keunggulan Silem.

Petinju binaan pelatih Lilie Panzer ini mengaku senang atas gelar barunya sebagai juara nasional. Dengan kemenangan ini, Silem mengantongi satu tiket bertanding di kejuaraan WBC Asia pada Maret 2019. Sesuai janji promotor pertandigan, Haji Wally Koto (HWK Promotion)

”Semoga kemenangan ini makin mendekatkan saya dengan cita-cita menjadi petinjut terbaik,” pungkasnya. (mg2)