Foto : SANI/RADAR DEPOK SOSIALISASI: Ratusan PMR tingkat Madya se-Kota Depok mendapat edukasi Ayo Siaga Bencana Jilid II di SMA Muhammadiyah 1 Depok, Sabtu (19/1).

PANCORANMAS – Walaupun Kota Depok tidak termasuk daerah rawan bencana, namun pemahaman mengenai bencana baik sebelum, saat, dan sesudahnya patut diketahui oleh seluruh masyarakat. SMA Muhamammadiyah 1 Depok memberikan edukasi siaga bencana kepada PMR tingkat Madya (SMP) se-Kota Depok.

Ketua pelaksana, Muhamammad Fahzri mengatakan, sebanyak 320 peserta dari 25 SMP di Kota Depok mengikuti workshop Ayo Siaga Bencana Jilid II. Tujuan kegiatan ini, agar anak-anak dapat pengetahuan dan menpersiapkan diri sejak dini hal-hal yang harus diperhatikan bila terjadi bencana.

“Kami ingin pengetahuan yang didapat hari ini (Sabtu, red) dapat disalurkan ke teman, keluarga, dan minimal untuk dirinya sendiri saat menghadapi bencana harus bagaimana,” kata Fahzri kepada Radar Depok, Sabtu (19/1).

Dalam workshop kali ini lebih menekankan pada mitigasi (persiapan) bencana. Selain mendapatkan pengetahun melalui teori, siswa juga langsung diajak untuk mempraktekkan di lapangan dengan simulasi evakuasi saat terjadi gempa.

“Minimal mereka harus selalu membawa perlengkapan P3K, agar saat terjadi bencana atau hal yang diinginkan di jalan langsung siap siaga dilakukan penanganan,” jelasnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Depok, Waluyo Darsono menyatakan, workshop ayo siaga bencana sangat bermanfaat, khususnya anak-anak. Selain itu, karakter tanggungjawab, kerjasama, dan peduli sesama pun juga terbangun di dalamnya.

Misalnya, dengan salah seorang memiliki nilai lebih seperti pengetahun siaga bencana. Ilmu tersebut dapat diterapkan baik untuk dirinya sendiri dan orang banyak.

“Mudah-mudahan di kemudian hari bekal ilmu siaga bencana ini menjadi modal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke dunia medis untuk masa depannya,” tutup Waluyo. (san)