SELEKSI BERJALAN: Atlet Takraw Kota Depok, Rizki Aditya Hutabarat kala berlatih tekong di lokasi latihan rutin Gedung Balairakyat Depok II, Jalan Merdeka Raya, Kecamatan Sukamajaya. Foto : PSTI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK
SELEKSI BERJALAN: Atlet Takraw Kota Depok, Rizki Aditya Hutabarat kala berlatih tekong di lokasi latihan rutin Gedung Balairakyat Depok II, Jalan Merdeka Raya, Kecamatan Sukamajaya. Foto : PSTI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK

DEPOK – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) semakin dekat.

Pengurus cabang Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Depok, terus menggenjot persiapan menghadapi even yang berlangsung Juni-Juli 2019 tersebut.

Buktinya, setelah menjalani rangkaian persiapan sejak November 2018, mereka mulai menaikkan intensitas latihan

Ketua Pengcab PSTI Kota Depok, Andi Rahmat Dian menerangkan, materi latihan masih sama dengan sebelumnya. Bedanya, volume latihan ditingkatkan.

“Latihan gantung bola 70 kali, bertahan 25 menit, lalu latihan kontrol bola 25 menit. Biasanya, cuma ¾ porsi latihan ini,” ujar Andi kepada Harian Radar Depok, Rabu (23/1).

Waktu latihan pun masih sama. Yakni, Selasa, Kamis, dan Minggu setiap pukul 16:00. Di Gedung Balairakyat Depok II, Jalan Merdeka Raya, Kecamatan Sukamajaya.

Sementara ini, persiapan PSTI Kota Depok dalam tahap seleksi berjalan yang diikuti oleh 12 atlet dari sejumlah SMA dan SMK.

”Akhir bulan ini, kami akan serahkan 5 nama kepada Dispora sebagai tim inti dari Kota Depok untuk Popwilda 2019,” ucap Andi.

Setelah tim inti terbentuk, lanjut Andi, tim akan memasuki tahap persiapan umum yang gokus mengasah skill dasar atlet. Seperti, smash, tekong atau tumpan.

Andi mengaku tidak menerapkan kriteria yang muluk untuk atlet tim takraw Depok. Yang penting, kata dia, pemain harus memiliki skill kontrol bola yang baik.

”Kalau sudah begitu, stamina dan tehnik bisa dilatih sambil jalan,” imbuhnya.

Andi berharap, para atlet meningkatkan semangat dan kedisiplinannya. Sehingga mereka bisa memberikan yang terbaik di Popwilda, dan mengantarkan Depok ke Popda 2020.

”Karena ini seleksi individu, dan semuanya memiliki peluang yang sama untuk terpilih,” tegasnya.

Harapan senada disampaikan Rizki Aditya Hutabarat, atlet Depok yang berhasil mengantarkan Jawa Barat ke Pekan Olahraga Nasional (Popnas) 2019.

Atlet yang bermain di posisi tekong ini pun mengajak rekan-rekannya untuk lebih semangat berlatih. Adit percaya, dengan latihan yang efektif, target menembus Popda bisa diraih.

”Semoga Depok bisa mencatatkan sejarah baru, dengan bermain di Popda. Setelah terhenti di Popwilda beberapa even terahir,” pungkasnya.(mg2)