BANGGA: UI menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam Top 100 Emerging Economies (THE) University Ranking.
BANGGA: UI menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam Top 100 Emerging Economies (THE) University Ranking.

IST

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) berhasil menduduki peringkat ke-82 dari 442 Perguruan Tinggi (PT) dunia. UI menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam Top 100 Emerging Economies (THE) University Ranking.

Rektor Universitas Indonesia, Muhamammad Anis mengungkapkan kebanggaannya pada UI karena menjadi Perguruan Tinggi di Indonesia yang berhasil meraih peringkat ke-82 dalam kancah universitas terbaik di negara berkembang.

“Pencapaian ini adalah bukti bahwa pendidikan tinggi di Indonesia mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi lainnya di dunia,” kata Anis.

Dengan prestasi ini, dia berharap nama baik pendidikan di Indonesia dapat dikenal oleh
masyarakat dunia. Sehingga jumlah mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikan di Indonesia dapat terus bertambah. “Ini adalah tahun keempat negara Indonesia masuk ke dalam pemeringkatan THE,” terangnya.

Adapun indikator keberhasilan UI dapat menduduki urutan ke-82 karena indikator yang menjadi penilaian terpenuhi. Di antaranya meliputi indikator penilaian berdasarkan performa pengajaran (kegiatan belajar mengajar), penelitian, transfer dan sharing keilmuan serta cakupan internasional sebuah universitas.

Anis menjelaskan, UI tengah fokus meningkatkan kapasitas dan kualitas riset serta inovasi dan pengabdian masyarakat. Selain itu pihaknya juga sedang berlari memperluas network dengan
kampus-kampus di Asia, Eropa dan benua lainnya. Melalui program International Students.

“Pencapaian ini bukan milik UI saja tapi prestasi bangsa bahwa pendidikan tinggi di Indonesia telah diakui dunia. Kami akan melesat maju menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi lebih untuk meningkatkan pertumbuhan daya saing nasional di tingkat global, mempromosikan inovasi dan kewirausahaan serta mengatasi tantangan sosial,” bebernya. (san)