IMMAWAN/RADAR DEPOK PELEPASAN: Para pesilat cilik dari perguruan Porsigal Cinere berfoto bersama di halaman Kantor Kecamatan Cinere, sebelum berangkat ke Bandung.
IMMAWAN/RADAR DEPOK
PELEPASAN: Para pesilat cilik dari perguruan Porsigal Cinere berfoto bersama di halaman Kantor Kecamatan Cinere, sebelum berangkat ke Bandung.

 

DEPOK – Sebanyak 23 pesilat cilik dari perguruan Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat (Porsigal) Cinere, berangkat ke Kota Bandung, Rabu (30/1).

Para pesilat cilik tersebut akan bersaing dengan ratusan atlet dari daerah lain dalam kejuaraan Pakubumi Open VI, yang berlangsung pada 31 Januari – 3 Februari 2019. Pelatih kontingen Porsigal Cinere, Asror Kalimaini mengaku optimis para atlet binaannya mampu meraih hasil terbaik.

”Saya yakin, peluang keberhasilan mereka minimal 80 persen,” ujar Asor kepada Harian Radar Depok pada acara pelepasan kontingen, kemarin.

Kontingen yang terdiri dari tujuh atlet putri, dan 16 atlet putra tersebut, berangkat dari Kantor Kecamatan Cinere, Jalan Bukit Cinere Raya No.23, Kelurahan Gandul. Dilepas oleh penasehat perguruan, Mus Mulyadi dan Maulana Ismail.

Pria yang akrab disapa Gus Aska ini tidak menberi program latihan khusus pada atletnya, menghadapi kejuaraan. ”Kami hanya latihan biasa, tapi serius dan disiplin,” imbuhnya.

Dia ingin, para atlet menjadikan rangkaian pertandingan yang mereka jalani sebagai hiburan.  ”Saya ingin mereka berbahagia di gelanggang. Karena seriusnya waktu latihan, biar waktu bertanding mereka main tanpa beban,” papar pria yang menjabat sebagai Ketua IPSI Kecamatan Cinere tersebut.

Aska mengaku sempat khawatir atletnya tidak bisa bertanding. Sebab, akibat cuaca yang kurang berhasahabat, sejumlah atlet jatuh sakit.  Dia menyadari, jumlah anggota kontingennya tidak sebanyak kontingen dari daerah-daerah lain. Namun Aska optimis, timnya bisa menyabet gelar juara umum.

”Target kami, semua bisa mendapat medali emas,” ucap Pembina Perguruan Porsigal se-Jabodetabek tersebut.

Harapan senada disampaikan oleh salah satu penasehat Porsigal Cinere, Maulana Ismail. Dia berpesan, pesilat-pesilat cilik kebanggannya ini harus bisa bermain dengan baik dan sportif di pertandingan. Mengingat rangkaian persiapan yang telah mereka jalani, Ismail berharap mereka mendapat hasil yang baik.

”Yang penting dalam bela diri adalah proses yang baik. Karena prosesnya sudah baik, semoga hasilnya baik. Demi melestarikan pencak silat, sebagai olahrgaa khas dan asli Indonesia,” pungkas Ismail.(mg2)