INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
TERPUTUS: Penampakan badan jogging track di Situ Pedongkelan yang terputus.

 

CIMANGGIS – Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti mengatakan bahwa jogging track di Situ Pedongkelan terputus memang karena anggarannya yang tidak memadahi untuk dibuat secara menyeluruh.

Citra menganggap bangunan warga yang berada di ujung jogging track bukan faktor penghambat pembangunan jogging track yang bersumber dari anggaran Bantuan Gubernur DKI tersebut.

“Terputusnya karena memang anggarannya hanya cukup sampai di sana. Gak bisa menyeluruh pembangunannya,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (27/2).

Selain itu, dia juga mengaku bahwa pada saat sebelum melaksanakan proyek revitalisasi Situ Pedongkelan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan warga sekitar dan pengurus lingkungannya.

“Kita bahkan melakukan tumpengan sama warga dan pengurus LPM dan RW di sana,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat bertanya–tanya akan proyek normalisais Situ Pedongkelan, sebab dalam pembuatan jogging track terdapat kejanggalan.

Di salah satu titik jogging trakc Situ Pedongkelan, RT 05/05, Kelurahan Tugu, terdapat jogging track yang terputus akibat mentok dengan bangunan rumah warga yang dibangun mepet dengan dinding situ.

Menanggapi hal tersebut, Ketua RW 05, Kelurahan Tugu, Sofinal mengatakan tidak tuntasnya pembangunan jogging track tersebut akibat kesalahan PUPR Kota Depok yang tidak melakukan sosialisasi dulu kepada pengurus RW 05 dan Pokdarwis Situ Pedongkelan sebelum melakuka proyek Revitalisasi situ itu, sehingga terjadilah masalah jogging track yang terhalang bangunan rumah warga. “Itu karna PUPR tidak melakukan sosialisasi ke kita,” beber Sofinal. (dra)