RICKY/RADAR DEPOK PEDULI LINGKUNGAN: Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, bersama ketua terpilih YLCC, Chico Tangke Allo, pengurus KCP, aktivis lingkungan dan Damkar Kota Depok usai Ngumpal di Ciliwung, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (10/2).
RICKY/RADAR DEPOK
PEDULI LINGKUNGAN: Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, bersama ketua terpilih YLCC, Chico Tangke Allo, pengurus KCP, aktivis lingkungan dan Damkar Kota Depok usai Ngumpal di Ciliwung, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (10/2).

 

Mengintip Kaoem Depok Ngumpal Ciliwung

Memperingati Hari Gerakan 1 Juta Pohon se-Dunia dan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Komunitas¬† Ciliwung Panus (KCP) bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Chastelein (YLCC) mengadakan kegiatan ‘Kaoem Depok Ngumpal Ciliwung dan Nanem Pohon’, Minggu (10/2).

Laporan : Ricky Juliansyah

Pukul 08.00 WIB, Minggu (10/8) pagi, puluhan orang berkumpul di Jembatan Panus, salah satu bangunan bersejarah Kota Depok yang masih berdiri kokoh di wilayah Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Mereka tentunya memiliki agenda khusus, yakni Kaoem Depok Ngumpal Ciliwung dan Nanem Pohon.

Ketua Terpilih YLCC Kota Depok, Chico Tangke Allo mengatakan, aksi ini inisiasi dari KCP, karena komunitas mereka berbasis sejarah Depok lama. YLCC pun turut mengapresiasi dengan ikut serta dalam aksi ini.

“Sungai Ciliwung lekat dengan sejarah Depok, berikut Jembatan Panusnya. Kaoem Depok atau orang-orang Depok keturunan Belanda yang berada di sekitar pun ingin ikut serta dalam menjaga ciliwung,” jelas Chico.

Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo yang turut hadir mewakili Kaoem Depok mengatakan, banyak komunitas-komunitas Ciliwung yang secara sukarela berkontribusi menjaga Sungai Ciliwung. Komunitas ini perlu diapresiasi dan didukung secara moril, pikiran, dan biaya karena bentuknya relawan.

“Seperti Disporaparsenibud Depok sudah memberikan support. Saya pun juga beri lewat program aspirasi di dewan. Support anggaran pemeliharaan aset-aset di Depok Lama, salah satunya Jembatan Panus. Semua haurs terlibat, karena butuh dukungan pemerintah. Begitu pula warga Depok juga turut menjaga lingkungan,” kata HTA sapaan akrabnya.

HTA menambahkan, zaman dulu banyak warga Depok yang bermain di Kali Ciliwung, sekarang sudah menjadi oma atau opa. Sekarang waktunya anak muda ambil peran menjaga Kali Ciliwung. Guna keperluan komunikasi, YLCC akan menyumbang HT untuk KCP Depok. Hal ini sebagai bentuk dukungan, dan sinergisitas semua pihak.

“Semua pihak harus menjaga lingkungan, apalagi yang berhubungan dengan sejarah kotanya. Karena tidak akan lekang oleh waktu, dan menjadi bukti sejarah bagi generasi selanjutnya,” tukas HTA.

Ketua KCP Depok, Mario AB Joseph menegaskan, seharusnya semua pihak turut menjaga Kali Ciliwung. Dengan tidak hanya mengandalkan komunitas saja untuk bergerak, apalagi kali ini begitu kental akan sejarah Depok.

“Semua harus gerak jaga aset sejarah apapun itu. Saya mengapresiasi aksi menanam pohon, semoga terus berlanjut aksi-aksi lainnya dari berbagai pihak,” tutup Mario. (*)