Foto: istimewa / Tirta membayar mobil menggunakan uang receh
Foto: istimewa / Tirta membayar mobil menggunakan uang receh

Tirta (46), petani asal Majalengka ini menggemparkan publik lantaran membeli mobil Toyota Rush menggunakan uang recehan. Tirta bercerita tentang alasannya membeli mobil dan kepincut Toyota Rush. Tirta terbilang sukses menjadi petani, meski sebagian sawah yang digarapnya merupakan sawah sewaan. Luas sawah yang Tirta garap sekitar 11.000 meter.

Menjadi petani sudah digeluti Tirta sekitar tahun 1990, setelah Tirta memutuskan untuk berhenti bekerja di pabrik sweater di Kota Bandung. Dalam perjalanannya, Tirta selalu gigih menabung dan mencari penghasilan lainnya.

Beberapa tahun belakangan, Tirta pun berkenalan dengan seorang pengembang pembangunan kompleks perumahan. Tirta dipercaya untuk menjaga pembangunan perumahan yang ada di Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Ya tak sengaja kenal. Alhamdulillah, saya dipercaya buat jaga-jaga di sini. Ya bersih-bersih dan lainnya. Tapi tetap, pekerjaan utama saya sebagai petani,” kata Tirta, Rabu (30/1/2019).

Tirta mengaku membutuhkan kendaraan untuk memenuhi kebutuhannya. Pasalnya, selain bertani, Tirta juga kerap mendapat pekerjaan lain untuk berangkat ke luar daerah.

“Ya kadang ada keperluan lain, ketemu orang di Jakarta dan sebagainya. Saya sering menyewa mobil kalau ke luar daerah, kalau begitu terus kan mahal. Jadi memutuskan untuk membeli mobil saja,” katanya.

Jumat (25/1/2019) kemarin, Tirta bersama istrinya, Mimin (42) dan adik kandungnya membeli mobil anyar Toyota Rush di daelaer Auto 2000 Jatiwangi, Majalengka. Tirta membawa kotak plastik berisi uang receh. Rencannya mobil tersebut akan dikirimkan ke kediaman Tirta di Desa Biyawak pada 6 Februari mendatang.

“Saya tanggal 1 sampai 4 Februari mau ziarah dulu ke makam Wali Sanga. Belum ada rencanya buat jajal mobil, tapi mobil itu saya gunakan untuk kebutuhan saja,” kata Tirta.

Uang hasil menabung bertahun-tahun itu Tirta relakan untuk memenuhi kebutuhannya. Hingga akhirnya, uang receh yang harusnya ia gunakan untuk tradisi saweran saat pemberangkatan ibadah hajinya pada tahun 2021 mendatang terpaksa digunakan, untuk menutupi kekurangan pembayaran mobil barunya.

“Recehnya itu ada sekitar Rp 40 jutaan. Nabung selama tujuh tahun. Rencananya buat saweran, kan kalau di sini ada tradisi saweran. Sisanya (uang beli mobil) saya bayar pakai pecahan kertas,” kata Tirta.(net)