DICKY/RADARDEPOK PENCEGAHAN: Tim UPT Puskesmas Bojongsari saat melakukan fogging di masyarakat Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
PENCEGAHAN: Tim UPT Puskesmas Bojongsari saat melakukan fogging di masyarakat Kecamatan Bojongsari, kemarin.

 

BOJONGSARI – Kota Depok berstatus siaga penyakit Demam Berdarah, dilakukan respon cepat Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Bojongsari. Untuk mencegah dan mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), UPT Puskesmas Bojongsari melakukan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging di Kecamatan Bojongsari.

Kepala UPT Puskesmas Bojongsari, Rahmina Dewi mengatakan, tidak dapat dipungkiri, sejumlah masyarakat telah terjangkit penyakit DBD. Untuk mencegah penyakit tersebut merebak di masyarakat Kecamatan Bojongsari, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dengan berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi lainnya.

“Kami terus mengajak lebih meningkatkan gerakan PSN di masyarakat,” ujar perempuan yang kerap disapa Dewi kepada Radar Depok, kemarin.

Dewi mengungkapkan, PSN merupakan salah satu cara optimal dalam pencegahan DBD di masyarakat. UPT Puskesmas Bojongsari bersama kader Jumantik ditiap kelurahan dibawah Kecamatan Bojongsari kerap melakukan Jumantik, dengan melakukan pemberian Abate dan melakukan fogging. Dia berharap, masyarakat untuk melakukan gerakan yang sama untuk pencegahan secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menuturkan, untuk mencegah Dinkes Kota Depok telah menjamin ketersediaan alat fogging yang disimpan di UPT dan UPF Puskesmas di 11 Kecamatan. Selain alat fogging, cairan insektisida dinilai cukup untuk melakukan pemoggingan ditengah masyarakat.

“Cairan insektisidanya kami nilai cukup untuk fogger bisa dari Puskesmas yang sudah mengerti takaran saat mencampur insektisida, bensin, sama solar. Karena kalau campurannya enggak benar hasilnya enggak maksimal,” tutup Novarita. (dic)