DICKY/RADARDEPOK DATANGI : Tiga Pilar Kelurahan Serua meninjau lokasi penggrebakan BNN dalam penangkapan bandar narkoba di Jalan Mandor Tajir, RT1/5, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
DATANGI : Tiga Pilar Kelurahan Serua meninjau lokasi penggrebakan BNN dalam penangkapan bandar narkoba di Jalan Mandor Tajir, RT1/5, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

 

DEPOK–Tak ada yang mencurgikan di rumah Jalan Mandor Tajir RT1/5, Kelurahan Serua, Bojongsari, Depok. Pohon rambutan yang rimbun menambah suasana layaknya rumah tak berpenghuni. Tapi siapa sangka, kemarin sekira pukul 07:30 WIB. Rumah yang diketahui dihuni Ahmad Buchori alias Uwih, mendadak dikerumuni anggota Badan Narkotika Nasional (BNN).

 

Setelah ditelisik, rumah nomor 3 itu menyimpan 200 kardus atau bal ganja kering siap edar. Aksi menimbuh ganja yang dilakukan Uwih ini, diketahui BNN setelah diintai berhari-hari. Belum diketahui apakah jaringan Uwih masih berkaitan dengan pengiriman ganja seberat 1,5 ton : 500 kilogram (Kg) di Bogor dan 1 ton di Bandara Soekarno-Hatta. Ribuan kg barang tersebut dikendalikan Parman, seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru, Bandung.

 

Lurah Serua, Dion Wijaya mengatakan, penangkapan BNN sempat mengagetkan masyarakat Serua dilokasi sekitar. Berdasarkan laporan yang dia terima dari pengurus lingkungan RT1/5, bahwa BNN telah menangkap diduga dua bandar narkoba yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan.

 

“Diduga dua pelaku, dan berhasil mengamankan 200 bungkus atau bal ganja,” ujar Dion kepada Harian Radar Depok, kemarin.

 

Dion menjelaskan, dua pelaku tersebut yakni Ahmad Buchori alias Uwih warga Serua dan satu lagi belum diketahui identitas lengkapnya. Penggerebakan yang dilakukan BNN menurunkan 10 anggota menggunakan empat unit kendaraan roda empat. Narkoba tersebut dibawa BNN untuk dijadikan barang bukti. Kini lokasi rumah penggerebakan telah dipasangi Police Line milik BNN.

 

Demi mencegah hal tersebut terjadi kembali di wilayah Serua. Lurah meminta pengurus lingkungan dan masyarakat untuk aktif. Laporkan apabila terjadi indikasi gangguan kamtibmas. “Kami telah berusaha untuk saling berkoordinasi antara masyarakat dengan tiga pilar Kelurahan Serua,” terang Dion.

 

Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak dari BNN dan polisi  secara resmi memberikan keterangan. Tapi, sebelum ratusan Kg ganja di Depok ini digrebek sehari sebelumnya, BNN  menggagalkan peredaran ratusan paket ganja yang diselundupkan dari Aceh menuju Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/1) malam.

 

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Amran Depari mengungkapkan, ratusan kilogram paket ganja itu dibawa dari Aceh menuju Bogor menggunakan truk yang sudah dimodifikasi. Amran mengatakan, paket-paket ganja siap edar itu merupakan hasil pengembangan atas pengungkapan kasus ganja di Bandara Soekarno-Hatta.

 

Pengiriman paket-paket ganja itu dilakukan melalui jalur darat dan udara. Atas dua kasus pengungkapan itu, total ganja yang disita BNN mencapai 1,5 ton. “Yang pertama di Bandara Soekarno-Hatta. Yang kedua di Bogor atas kasus narkotika,” ucap Amran.

 

Dia menyebut, peredaran ganja tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat. Dari kasus itu, sambung Amran, pihaknya telah mengamankan tiga orang tersangka. “Tersangka yang kami amankan saat ini ada tiga orang. Kasus ini terus kita kembangkan karena ada keterkaitan dari tersangka lain,” beber Amran.

 

Untuk mengelabui petugas, lanjut dia, para kurir ganja itu sengaja memodifikasi kendaraan truk yang dibawanya. Untuk memudahkan pencarian ganja-ganja itu, petugas kemudian menurunkan anjing pelacak.

 

“Truk ini sengaja didesain seolah-olah mirip truk cool storage. Tetapi, di bawahnya dibuat kompartemen khusus dengan plat baja. Sehingga kalau dibuka atau diperiksa, seolah-olah kendaraan ini kosong,” tutur dia.(dic)