BERI PELAYANAN : Petugas saat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok di Jalan Margonda Raya. Foto: AHMAD FACHRY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Warga Depok yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, ternyata sudah lumayan banyak. Kemarin, berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Depok, sudah ada 1.456.175 peserta yang terdaftar dari sekitar 1.8 juta penduduk Kota Depok berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok per 27 Oktober 2017.
“Penduduk Kota Depok yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sudah mencapai 1.456.175” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Irfan Qadarusman.

Jumlah tersebut, kata dia sudah termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD dan PBI APBN. Menurutnya, yang terdaftar di PBI APBD Kota Depok terdapat, 174.847 peserta, dan PBI APBN sebanyak 280.553 peserta.

Kepesertaan JKN-KIS di Kota Depok menurutnya bisa saja bertambah. Karena belum 100 persen warga depok terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan pemadanan data kembali dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok untuk memverifikasi penduduk yang belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS karena berdasarkan informasi yang kami peroleh bahwa penduduk Kota Depok saat ini sudah mencapai angka 2 jutaan. Ada banyak faktor juga yang menjadi alasan penduduk yang belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS di Kota Depok, namun kami belum melakukan survey. Tapi biasanya mereka daftar kalau sudah perlu,” kata Irfan.

Kendati demikian, pihaknya mengaku terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang ada di Kota Depok. Ini dilakukan agar warga Depok segera mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN-KIS. Saat ini BPJS Kesehatan juga telah banyak melakukan pengembangan guna memberikan kemudahan kepada peserta. Seperti peserta bisa berobat dengan menggunakan KIS Digital yang ada di aplikasi Mobile JKN. Jadi kalau peserta lupa membawa kartu dan ingin berobat, maka dapat menggunakan KIS Digital.

BPJS Kesehatan Cabang Depok juga telah menjalin kerjasama dengan Baznas Kota Depok untuk membiayai JKN-KIS para mustahik yang ada di Kota Depok.
“Kami sudah mengadakan PKS dengan Baznas Kota Depok untuk pembiayaan para mustahik, dan akan melakukan verifikasi dan validasi penduduk yang tergolong mustahik untuk ditanggung oleh Baznas Kota Depok,” kata Irfan.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kota Depok, Novarita menjelaskan, Dinkes bertanggung jawab atas warga yang terdaftar di bank data terpadu yang dimiliki Dinas Sosial Kota Depok. “Kami membiayai warga yang terdaftar di Dinsos yang dianggap perlu dibantu,” kata Novarita.

Dia menjelaskan, dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Depok, jumlah peserta BPJS yang dibiayai APBD dan APBN per Desember 2018 sebanyak 456.243 peserta.(rub)