Beranda Metropolis Siaga di Mako hingga 11 Kecamatan

Siaga di Mako hingga 11 Kecamatan

0
Siaga di Mako hingga 11 Kecamatan
APRESIASI: Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menyematkan rompi kepada anggota Tagana saat perayaan HUT ke-53 Tagana, di Cibubur, Jakarta Timur. Foto: SANI/RADAR DEPOK
APRESIASI: Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menyematkan rompi kepada anggota Tagana saat perayaan HUT ke-53 Tagana, di Cibubur, Jakarta Timur. Foto: SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK,COM, DEPOK – Setiap terjadi bencana di suatu tempat, Taruna Siaga Bencana (Tagana) selalu menjadi yang utama dan terdepan. Selain merupakan pekerjaan mereka, sikap tersebut juga bentuk nyata Tagana membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

Ketua Tagana Kota Depok, Ahmad Supandi mengatakan, tim Tagana bersiaga di sebelas kecamatan di Kota Depok. Tidak hanya di setiap kecamatan, tim tersebut juga bersiaga di Mako Tagana.

“Saya bersama tim terus melakukan koordinasi dengan RT dan RW setempat. Selain itu juga berkomunikasi dengan petugas Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 jika ada masyarakat yang melaporkan kejadian,” kata Supandi kepada Radar Depok, kemarin (28/3).

Supandi berpesan kepada seluruh masyarakat Depok, untuk tidak panik dan tetap tenang apabila mengalami bencana. Dengan kemampuan anggota yang terlatih, Tagana sigap turun memberikan bantuan. “Kalau terjadi bencana segera lapor kepada RT atau RW setempat, kami akan segera ke lokasi membantu,” terangnya.

Sebelumnya, pada saat HUT ke-53 Tagana yang diperingati setiap 25 Maret 2018, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, Tagana telah menunjukkan kerja kemanusiaan yang luar biasa dan kontribusinya nyata  bagi bangsa. “Dari lubuk hati terdalam sangat bangga melihat kiprah nyata selama 15 tahun dalam penanggulangan bencana. Saya apresiasi pengabdian saudara semua,” tutur Mensos.

Dihadapan 1.000 anggota Tagana dan Sahabat Tagana. Menteri Agus mengatakan, di setiap kunjungan ke lokasi bencana, dirinya senantiasa mendapat apresiasi positif dari para kepala daerah atas kiprah Tagana. “Mereka memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Tagana. Saya sebagai Menteri Sosial sangat bangga,” ujarnya.

Mensos juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki kepedulian terhadap upaya mitigasi bencana yang dilakukan oleh Tagana. “Saya ingin menyampaikan kemarin sampai tadi malam saya bersama Presiden. Saya sampaikan bahwa Tagana berulang tahun ke-15 tahun ini. Beliau menyampaikan salam hormat kepada seluruh SDM Tagana di seluruh Indonesia dan mengucapkan selamat ulang tahun,” katanya.

Selama 15 tahun Tagana berada di garda terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat terdampak bencana. Dia mengapresiasi dalam setiap peristiwa bencana, Tagana telah hadir di lokasi kejadian satu jam setelah peristiwa guna memberikan pertolongan dan perlindungan korban bencana.

Berdasarkan data dan informasi bencana dari BNPB tercatat sepanjang 2018 terdapat 2.572 kejadian bencana di Indonesia. Di antaranya kejadian bencana alam gempa bumi di Provinsi NTB, peristiwa gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah, serta Tsunami di Provinsi Lampung dan Banten. Sepanjang tahun 2018 sebanyak 4.814 jiwa meninggal dunia dan 10,2 juta jiwa mengungsi. Selain itu, ada 320 ribu unit rumah rusak dan 1.999 unit fasilitas umum mengalami kerusakan.

Selanjutnya pada awal tahun 2019, terjadi bencana banjir di Kabupaten Madiun, Gempa bumi di Provinsi NTB dan banjir bandang di Kabupaten Jayapura. Dalam penanganan bencana tersebut, Kemensos RI melakukan tugasnya dengan memberikan bantuan berupa permakanan dengan layanan dapur umum, pendirian tenda darurat dan layanan dukungan psikososial serta mengeluarkan cadangan beras pemerintah (CBP) seperti penanganan banjir bandang di Kabupaten Jayapura sebanyak 100 Ton.

“Langkah-langkah penanganan bencana ini tentunya tak lepas dari kerja keras dan kiprah Tagana,” beber Agus Gumiwang.

Pada tahun 2019, lanjutnya, ada beberapa rencana strategis yang dilakukan Kementerian Sosial dalam hal penanggulangan bencana. Yakni peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana alam dengan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana logistik.

“Serta peningkatan Kompetensi Tagana Muda, Madya dan Utama serta spesialisasi, fasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana dan fasilitasi Tagana Masuk Sekolah,” pungkas Mensos Agus Gumiwang. (san)