Beranda Metropolis BPJS Terus Optimalkan PRB

BPJS Terus Optimalkan PRB

0
BPJS Terus Optimalkan PRB
BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Focus Group Discussion bersama para stakeholder di Auditorium RS Graha Permata Ibu, Rabu (27/3). Foto: BPJS FOR RADAR DEPOK
BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Focus Group Discussion bersama para stakeholder di Auditorium RS Graha Permata Ibu, Rabu (27/3). Foto: BPJS FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – BPJS Kesehatan Cabang Depok menggelar Focus Group Discussion Optimalisasi Program Rujuk Balik (PRB) Dan Ketersediaan Obat, Rabu (27/3). Bertempat di Auditorium RS. Graha Permata Ibu, hadir dalam kegiatan ini dr Yuliandi mewaliki Dinas Kesehatan Kota Depok.

Kepala BPJS Kesehatan, Irvan Qadarusman mengatakan, kegiatan  sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan pihak rumah sakit. Dia juga mengucap terima kasih kepada FKTP dan FKRTL atas kerjasama yang telah terjalin dalam program PRB.

“BPJS akan terus melalukan penyesuaian dan banyak perbaikan dalam rangka optimalisasi program rujuk balik ini,” katanya kepada Radar Depok.

Dalam pembahasannya, pembicara dan narasumber Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), drg Sjahrul Amri mengatakan, terdapat sembilan hal yang masih kendala untuk program PRB. Salah satunya apotek PRB tidak mau menerima obat racikan dan pasien yang merasa lebih nyaman ke rumah sakit.

Sementara itu, dr Salma yang mewakili FKTP menyampaikan presentasinya secara lengkap dan menarik. Dia salah satu FKTP yg sudah menjalankan PRB dan Prolanis. Kemudian Adrian mewakili apotek kimia farma menjelaskan teknis pelayanan obat pasien rujuk balik sampai dengan monitoring dan evaluasi, guna meminimalisir kekosongan obat PRB.

Sebagai tambahan, selain apotek kimia farma ada dua apotek lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk program PRB yaitu, apotek Zentrum dan apotek Intan Ayu.

Reza dan Rena sebagai narasumber dari BPJS Kesehatan menyampaikan PRB pada penyakit kronis diabetes, jantung dan hipertensi. Wajib dilakukan bila kondisi pasien sudah dalam kedaaan stabil disertai surat rujuk balik dari dokter spesialis.

3“Adapun target peserta rujuk balik sebesar 17.865, capaian tahun 2018 sebesar 4.717 atau 26 persen,” kata mereka.

Dikatakan, BPJ akan terus melakukan tindak lanjut guna target itu tercapai. Yakni dengan memastikan ketersediaan obat sesuai dengan fornas dan fornas PRB, memverifikasi obat PRB yang dituliskan dalam kartu PRB dan memberikan obat PRB sesuai dengan fornas PRB.

“Serta melakukan penghantaran obat dan melakukan pelayanan informasi obat bagi peserta Prolanis dalam kegiatan edukasi Prolanis di FKTP,” ujarnya. (san)