SENANG : Walikota Depok, Mohammad Idris menyerahkan piala kepada Tim Family FC selepas mengalahkan Granades FC, kemarin. Foto: Immawan / Radar Depok
SENANG : Walikota Depok, Mohammad Idris menyerahkan piala kepada Tim Family FC selepas mengalahkan Granades FC, kemarin. Foto: Immawan / Radar Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Persatuan sepak bola (PS) asal Kecamatan Tapos, Family FC berhasil menjadi juara kompetisi sepak bola Piala Walikota Depok 2019.

Hal tersebut dipastikan, usai tim asuhan pelatih Rudi ini, mengalahkan kesebelasan wakil Kecamatan Cilodong, Granades FC pada final yang berlangsung, Minggu (17/3).

Sebenarnya, melaju ke babak 16 besar sebagai runner up grup L, membuat Family Tapos kurang dijagokan menjadi juara. Ketimbang lawannya, Granades FC yang dengan mantap memenangkan satu demi satu pertandingannya.

Tapi cukup dengan satu gol dari Joko Sudarmanto di menit’8, Family FC Tapos berhasil mematahkan keraguan dan merebut gelar juara, dengan skor tipis 1-0.

Ofisial tim Family FC Tapos, Bombom mengaku senang dan bersyukur atas prestasi timnya. Dia pun mengaku bangga pada para pemain yang mampu melampaui ekspektasi miring orang-orang.

“Alhamdulillah kami bisa menang. Padahal, kita semua tahu Granades itu tim yang jauh lebih kuat, diatas kertas disbanding kami,” ujar Bombom kepada Harian Radar Depok di lokasi partai final, Lapangan Beji Timur (Lapangan HW), Kecamatan Beji.

Menurut Bombom, keberhasilan timnya menjadi juara adalah buah manis dari kerja keras mereka berlatih selama lima bulan terakhir.

“Semua ini berkat tekad yang kuat dan mental juara para pemain,” paparnya.

Bombom berharap, para pemain tetap solid dan tidak cepat puas. Sebab, mereka sudah mengincar target baru. Yaitu, kompetisi Divisi 1 Asosiasi Kota PSSI Kota Depok.

“Semoga tren positif di kompetisi ini berlanjut target kami selajutnya, divisi 1,” seru Bombom.

Ketua Askot PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi mengucapkan selamat pada Family FC yang keluar sebagai juara.

“Dan untuk tim yang belum menjadi juara, jangan patah semangat. Teruslah semangat berlatih demi hasil terbaik di kompetisi selanjutnya,” katanya.

Meiyadi mengapresasi sportifitas yang ditampilkan 44 tim peserta kompetisi Piala Walikota Depok 2019. Dia berharap, seluruh tim bersiap menghadapi kompetisi sebenarnya, yaitu Divisi 1.

Selain itu, Meiyadi juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang sdah berkontribusi mensukseskan pelaksanaan kompetisi.

Dia berjanji, Askot PSSI Kota Depok akan terus berjuang mengembalikan kejayaan sepak bola di Kota Depok.

“Kami akan kembalikan kejayaan sepak bola di Kota Depok seperti 10-15 tahun lalu, yang terkenal di seantero Indonesia,” imbuhnya.

Meiyadi tidak main-main. Dia menegaskan bahwa Askot sudah menyebar tim pemandu bakat sepanjang pelaksanaan kompetisi. Hasilnya, 86 pemain muda sudah terjaring.

“Selanjutnya, mereka akan kami masukkan ke dalam database pemain, dan kami berikan pembinaan tindak lanjut,” terangnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Depok yang ikut menyaksikan pertandingan final, Amri Yusra mengapresiasi inisiatif Askot PSSI menggelar kompetis.

“Kompetisi ini betul-betul menggambarkan keseriusan dalam mencapai cita-cita Kota Depok yang unggul dalam olahraga. Terutama, sepak bola,” kata Amri.

Amri berharap Askot PSSI Kota Depok mampu mencapai visi pembinaannya untuk sepak bola Kota Depok. Dia mengingatkan, Askot harus menggelar kompetisi usia dini, seperti yang diamanahkan pengurus PSSI di pusat maupun provinsi.

Sebab, kata Amri, pembinaan atlet usia dini merupakan jaminan prestasi untuk Kota Depok di masa mendatang.

“Dengan begitu, regenerasi atlet dan prestasinya baik. Sehingga pada waktunya nanti, Kota Depok memiliki atlet-atlet yang dapat diandalkan pada Porda 2022,” harapnya.

Suksesnya pelaksanaan kompetisi Piala Walikota Depok 2019, tidak lepas dari dukungan Walikota Depok, Mohammad Idris.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan even ini. Sebagai wujud dukungan Pemkot pada ajang yang mampu melahirkan pemain berbakat, dan mengembangkan bakat putra-putra Depokdalam sepak bola,” kata Idris.

Partai final sempat memicu ketegangan, akibat ada pemain yang keberatan pada keputusan wasit. Namun, respon cepat panitia dan pengawas pertandingan mampu mencegah ketegangan berbah ricuh.

“Inilah wujud komitmen para pemain menjunjung sportifitas. Semoga ini bukti bahwa kita memang unggul, nyaman sekaligus religious,” seru Idris.

Idris mengaku siap mendukung dan mendampingi Askot PSSI dalam membina dan meningkatkan prestasi sepak bola di Kota Depok.

“Dengan begitu, semoga mereka bisa menjalankan program pembinaan yang intensif,” pungkasnya.(mg2)