RADARDEPOK.COM, DEPOK–Merasa kenal akrab dengan Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo (HTA), aktivis pemuda di Kota Depok, Hersong alias HP kena batunya. Kemarin, dua pengusaha perempuan, Entin Partiwi dan Dian Kurniawati membeberkan kasus penipuan yang dilakukan Hersong dan HTA. Kasus yang sudah dilaporkan ke Polresta Depok sejak 26 September 2018, terus bergulir hingga kini ke tahap gelar perkara.

Kepada Harian Radar Depok, Dian Kurniawati mengaku, sempat melaporkan ke Mapolresta Kota Depok dengan nomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH. “Sekarang prosesnya sudah gelar perkara,” kata Dian, Jumat (22/3).

Hersong dilaporkan, kata Dian, karena menawarkan beragam proyek infrastruktur di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dengan total nilai Rp20 miliar. Laporan tersebut diproses, karena sudah masuk unsur Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Saya yakin menuruti tawaran Hersong, karena dipertemukan, dijamin dan didukung oleh seorang pejabat tinggi di DPRD Kota Depok berinisial HTA. Kami tiga kali diajak Hersong bertemu pejabat tersebut di kantornya di gedung DPRD Kota Depok,” tegas Dian kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sebelum mendapatkan kegiatan, lanjut dia, awalnya diminta menyerahkan uang Rp80 juta sebagai uang muka. Dan hingga akhirnya semua total yang diserahkan berjumlah Rp200 juta. Dia juga mengaku, HTA sempat menelepon beberapa pejabat Pemkot Depok untuk minta proyek. “Saya meminta agar uang yang sudah diberikan bertahap dengan total Rp 200 juta, agar dikembalikan. Tapi setahun menunggu tak pernah dikembalikan sepeser pun. Proyek yang dijanjikan juga tidak ada,” bebernya.

Menurutnya, penyerahan uang ke Hersong ada buktinya, saksi-saksi dan kwitansi bermaterai. Kalau penyerahan uang ke pejabat tersebut hanya saksi-saksi dan ada percakapan di WA. Semua bukti-bukti dan saksi sudah diserahkan ke penyidik kepolisian.

Dian berharap, kasusnya ini dapat segera diselesaikan pihak kepolisan dan dilimpahkan ke kejaksaan. Dan kemudian disidangkan ke pengadilan. “Dengan kasus ini, saya tidak ingin ada jatuh lagi korban penipuan janji-janji proyek di Pemkot Depok,” harapnya.

Sementara, saat dihubungi Radar Depok pada Jumat (22/3), HTA membantah dirinya terlibat. “Biarkan saja dulu, yang pasti itu tidak benar,” tutur Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo alias HTA hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Hal tersebut diyakinkan dengan dikirimkannya foto surat pernyataan yang dibuat Hersong pada tanggal 2 Agustus 2018. Dan ditandatangani di atas materai, yang menyatakan urusan yang berkaitan dengan pihak Entin dan kawan-kawan tentang hutang piutang atau titipan uang sesuai kuitansi yang ada di pihak Entin. Tidak ada kaitannya dengan HTA, adapun yang tertera dalam kuitansi adalah hanya sebuah pencatutan nama saja. Dirinya pun tidak menyerahkan dana apapun ke HTA.

“Biar Hersong saja yang jelaskan seperti apa, saya tidak ada urusannya. Sebelum naik berita, tidak ada klarifikasi ke saya kok,” tegas HTA.

Adanya kasus ini membuat Ketua LSM Kapok, Kasno angkat bicara. Menurutnya, terkait dengan HS, yang dilaporkan ke Polres Depok, ia mengharapkan dapat diselesaikan secara musyawarah dan ke keluargaan.

“Jika memamg HS telah merugikan siapapun dia, maka HS wajib bertanggungjawab tanpa melibatkan orang lain yang memang belum tentu terlibat dipersoalan HS itu sendiri,” papar Kasno.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan sehingga permasalahanya tidak membias kemana mana, dan jika memang HS tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatanya. Apa boleh buat satu satunya jalan memang jalur hukum. “Jika nanti kemudian tidak ada titik temu, maka silahkan menempuh jalur hukum,” pungkas Kasno.(cky/rub)