Ilustrasi
Ilustrasi

DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok buka suara terkait informasi Warga Negara Asing (WNA) yang sempat masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menuturkan data kedua WNA tersebut masuk kedalam Rekapitulasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Kini, KPU sudah menghapusnya dari DPT.

Menurutnya, kedua WNA itu juga terbukti memiliki E – KTP. Hal tersebut juga diakuinya langsung dilaporkan kepada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Depok.

Adapun WNA yang dimaksud, kata Nana, yakni FSM dari Amerika Serikat. Dia tercatat di dalam DP4. Sedangkan satu lagi, berinisial PDM asal Inggris. Ia terdata sebagai pemilih saat Pilgub Jawa Barat

“Kami segera melakukan verifikasi faktual dan ternyata memang benar. Keduanya sempat tercatat masuk DPT. Namun, dipastikan WNA tersebut belum pernah melakukan pencoblosan,” ujar Nana kepada Radar Depok, kemarin (21/3).

Nana menjelaskan, yang WNA Amerika, dipastikan tidak mencoblos di Pilgub, karena umurnya sudah tua. Dan dicek, memang benar yang bersangkutan sudah sakit stroke sejak lama.

“Sementara itu, yang WNA Inggris juga sudah lama meninggalkan Indonesia. Kata RT di sekitar tempat tinggalnya (Sawangan) diketahui surat ijin tinggalnya dicabut dan pulang ke negara asalnya,” jelas Nana.

Menurutnya, masalah tersebut bisa terjadi karena kedua WNA itu memiliki Kartu Tanda Penduduk sama seperti WNI lainnya. Sehingga menyulitkan petugas KPU Depok dalam tahapan pencocokan dan Penelitian (Coklit).

“Saat PPDP, petugas agak silap karena mereka memiliki KTP. Tapi disini adalah sebuah pembuktian mereka benar – benar bekerja dengan mendata para pemilih yang belum masuk DPT,” paparnya.

Lebih lanjut, sambungnya, memang sulit untuk membedakan WNA dengan kondisi memiliki juga KTP seperti WNI yang lain. Sehingga insiden kedua orang itu masuk dalam daftar DPT Pemilu terjadi.

“Ya memang sulit, tidak ada pembedanya misalkan seperti KTP WNA warna apa, WNI warna apa semua sama,” pungkasnya. (cky)