Oleh: Zaimul Haq, M.Ag (Anggota JQH NU Depok)

Oleh: Zaimul Haq, M.Ag
(Anggota JQH NU Depok)

 

Dalam fitrahnya, manusia terlahir sebagai bagian dari makhluk sosial yang akan terus membutuhkan bantuan dan kerjasama orang lain, sebab tidak satu manusia pun yang terlahir ke muka bumi ini yang bisa mencukupi kebutuhan dirinya sendiri tanpa ada bantuan maupun kerjasama dengan orang lain, dan kecenderungan bersosialisasi itu ada sejak ia dilahirkan sampai saat wafatnya.

Oleh karenanya, pertemanan seseorang akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana ia tumbuh berkembang, ketika ia hidup di lingkungan yang baik dan kondusif, maka ia akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik pula, begitupun sebaliknya.

Untuk mendeteksi itu semua, kita harus mengetahui bahwa dalam realitasnya, pertemanan seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

Pertama, Ta’arufan, yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll.

Kedua, Ta’ariihan, yaitu teman karena faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.

Ketiga, Ahammiyatan, yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik, dll)

Keempat, Faarihan, yaitu teman karena sehobby (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)

Kelima, Amalan, yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dll.

Keenam, Aduwwan, yaitu teman yang terlihat seperti baik, tapi sebenarnya penuh kekebencian.

Ketujuh, Hubban Li-imaanan, yaitu teman yang suka mengingatkan kita serta mengajak kita selalu ke jalan Allah SWT.

Dari ke-7 macam teman ini, nomor 1-6 akan sirna di akhirat & yg tersisa hanya teman nomor 7. Namun teman nomor 7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan manfaat duniawi (materi).

Padahal diakhirat nanti, temen nomor 7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantu kita masuk ke dalam surga-Nya. Pertemanan dan persahabatan yang dilandaskan karena Allah SWT (QS 49:10).

Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT: “Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”

Maka  Allah SWT berseru: “Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.” (HR. Ibnu Mubarokh)

Semoga pertemanan kita semua adalah pertemanan  Hubban Iil imaan yaitu teman yg suka saling mengingatkan dan mengajak selalu ke jalan Allah SWT.

Semoga Allah SWT bisa mengumpulkn kita di akhirat di dalam Surga atas Ridho dan Rahmat dari Nya. (*)