AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK SAMBUTAN: Mantan Ketua PPKLI Kota Depok, Sentot Panca Wardhana saat memberikan sambutan dalam deklarasi dukungan PPKLI Kota Depok untuk Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 di halaman DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ruko Arcade, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.
AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK
SAMBUTAN: Mantan Ketua PPKLI Kota Depok, Sentot Panca Wardhana saat memberikan sambutan dalam deklarasi dukungan PPKLI Kota Depok untuk Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 di halaman DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ruko Arcade, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya.

 

Sisi Lain dari Deklarasi Dukungan PPKLI Depok untuk 01

Persatuan Pedagang Kaki Lima (PPKLI) Kota Depok melakukan deklarasi dan memberikan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di  halaman DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ruko Arcade, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya. Di sana, mereka pun meminta dukungan untuk menjamin hak mereka dalam mencari nafkah.

 

Laporan : Ricky Juliansyah

 

Belum lama ini, para pedagang kaki lima (PKL) yang mengatasnamakan PPKLI Kota Depok mendeklarasikan untuk mendukung paslon nomor urut 01 di Pilpres pada Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

 

Dukungan tersebut, diberikan lantaran melihat dalam program Paslon 01 terdapat keberpihakan kepada para PKL, dan tentunya mereka juga meminta agar ketika terpilih nanti dapat dibuatkan undang-undang untuk melindungi mereka dalam mencari nafkah.

 

Adanya keinginan untuk mendapat jaminan tersebut, membuat para PKL yang hadir tidak beranjak dari tempat, mereka meski diguyur hujan lebat. Bahkan, acara terus berlanjut pasca deklarasi dengan hiburan rakyat.

 

Mantan Ketua PPKLI Kota Depok, Sentot Panca Wardhana mengatakan, selama ini para PKL dipandang sebelah mata, bahkan kerap berbenturan dengan Satpol PP.

 

“Untuk itu perlu dukungan dari pemerintah untuk mereka berusaha. Bisa dari CSR perusahaan atau menjadi bapak asuh untuk mereka,” kata Sentot.

 

Sebenarnya, jika PPKLI membeli minyak, gula dan bahan pokok lainnya dalam jumlah besar, tentunya akan mendapatkan rabat dari distributor. Saat ini, mereka membeli masing-masing, sehingga mempengaruhi harga jual.

 

Dengan memberikan dukungan kepada Paslon 01, sambung Sentot, diharapkan ada regulasi yang jelas dan berpihak kepada PPKLI, termasuk di Permodalan, meski bukan dari perbankan tetapi bisa menggunakan CSR perusahaan di lingkungan PKL berada.

 

“Paling tidak, sebagai bapak angkat, bisa memberikan pinjaman tanpa bunga, dari pada pinjam ke bank,” paparnya.

 

Menurut Sentot, transaksi nasional itu dimulai dari yang kecil, seperti di tingkatan PKL. Namun, saat ini, yang mendapat permodalan besar adalah perusahaan-perusahaan besar. Sebab, PKL sendiri untuk memberikan jaminan saja cukup sulit.

 

“Tidak usah begitu lah, minimal dapat mendukung untuk membeli keperluan mereka berdagang, jika dikelola di Depok, itu luar biasa bisa milyaran, jika rabatnya sampai 5-20 persen sangat luarbioasa jika diarahkan ke satu titik distributor,” ucap Sentot. (*)