MERAKYAT : Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) nomor urut 4 dari Partai Gerindra, Mukhlis Effendi saat blusukan ke masyarakat guna menyerap aspirasi, belum lama ini. Foto: RICKY/RADAR DEPOK
MERAKYAT : Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) nomor urut 4 dari Partai Gerindra, Mukhlis Effendi saat blusukan ke masyarakat guna menyerap aspirasi, belum lama ini. Foto: RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) nomor urut 4 dari Partai Gerindra, Mukhlis Effendi terus menggeber konsolidasi dengan seluruh lapisan di masyarakat. Bahkan, ia pun melakukan silaturahmi (blusukan) ke sejumlah ulama.

“Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi, bukan hanya saat menjadi caleg saja. Saya sering main dan belajar dengan ulama guru-guru ngaji saya,” kata Mukhlis Effendi kepada Radar Depok, Rabu (20/3).

Ia mengungkapkan, Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik. Amalan dalam Islam tidak hanya berupa ibadah, seperti shalat baik salat wajib maupun salat sunah, puasa, zakat dan sebagainya melainkan juga tersenyum, dan menjalin tali silaturahmi.

“Harus sering silaturahmi, agar dikenal dan yang kenal makin cinta serta memberikan amanahnya kepada saya di Pileg 2019,” tutur Mujhlis.

Menjalin silaturahmi adalah salah cara mewujudkan ukhuwah Islamiyah dan dapat dilakukan dengan cara, mengunjungi sanak keluarga dan saudara.

Meski pun, tak jarang ada sekelompok masyarakat yang berkunjung ke rumah atau kantornya yang terdapat di Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya guna memberikan dukungan secara langsung.

“Hikmah Silaturahmi, Selain membuat orang lain yang kita kunjungi merasa senang, silaturahmi memiliki banyak keutamaan, terlebih ketika kita bersilaturahmi dengan para alim ulama,” ungkap Mukhlis.

Di sela-sela silaturahminya, Presiden Depok Lawyers Club (DLC) ini mengajak seluruh warga, khususnya yang telah memiliki hak konstitusi untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

Karena, menurut Mukhlis, satu suara dapat menentukan arah pembangunan Indonesia untuk lima tahun ke depan, tentunya dengan memilih pemimpin yang benar-benar memperjuangkan rakyatnya, dan juga wakil-wakil rakyat yang amanah.

“Jangan jadi golongan putih (Golput), pergunakan hak suara dengan bijak, dan pilih yang terbaik di antara yang terbaik,” tandas Mukhlis. (cky)