Beranda olahraga Depok Sport NPC Perjuangkan Persamaan

NPC Perjuangkan Persamaan

0
NPC Perjuangkan Persamaan
Asep Widijaya, Ketua NPCI Kota Depok. Foto:IMMAWAN/RADAR DEPOK

Asep Widijaya, Ketua NPCI Kota Depok. Foto:IMMAWAN/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kota Depok akan terus memperjuangkan persamaan hak, antara atlet disabilitas dan atlet normal.

Tekad itu disampaikan Ketua NPC Kota Depok, Asep Widijaya setelah mendapat kepastian tentang besaran dana hibah, sebesar Rp200 juta untuk NPC dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Depok tahun anggaran 2019.

“Kami ingin Pemkot dan masyarat umum menerapkan asas equality with disability, atau persamaan terhadap kaum disabilitas,” tegas Asep kepada Harian Radar Depok di Sekretariat NPC Kota Depok, Perumahan Nuansa Permai, Kecamatan Cimanggis, Kamis (28/3).

Widi mengaku heran, sebab besaran dana hibah yang dialokasikan APBD jomplang cukup jauh dari besaran yang mereka ajukan. Yakni, Rp1,9 Miliar. Dia semakin galau, lantaran NPC Kota Depok sudah memasukkan pos anggatan untuk bonus atau kadeudeuh peraih medali Peparda 2018 dari dana hibah tahun ini.

Bila menggunakan formulasi yang sama dengan kadeudeuh yang diterima atlet normal dalam perarih medali Porda 2018, paling tidak NPC Depok memerlukan anggaran sebesar Rp509.200.000.

”Dengan dana hibah Rp200 juta, jangankan buat bonus untuk program rutin seperti pembinaan atlet pun kurang,” papar perenang yang sempat mempersembahkan dua medali perunggu Kota Depok di Peparda 2014 tersebut.

Bila tidak ada suntikan dana tambahan, agenda NPC Kota Depok di 2019 terancam macet. Menurut Widi, pihaknya terpaksa menggugurkan sejumlah program kerja demi mengefisiensi anggaran. Dia menyebutkan, salah satu rencana belanja prioritas NPC yang terancam gugur di 2019 adalah pengadaan alat untuk latihan dan bertanding atlet.

Salah satunya, lanjut Widi, pembelian kursi roda baru untuk atlet Tenis Lapangan Kursi Roda (TLKR). Satu unit kursi roda seharga Rp60 juta, raket dan roda. Belum lagi, kelengkapan cabor lain. ”Anggaran untuk NPC seolah sering dipandang sebelah mata. Padahal, atlet –atlet disabilitas memerlukan cukup banyak peralatan. Dan mayoritas, barangnya impor dan mahal,” terangnya.

Demi mengakali minimnya anggaran, Widi berencana memfokuskan anggaran ke program pembinaan atlet. Seperti, persiapan dan pendampingan menghadapi pra-Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional 2020. ”Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, NPC harus menyiapkan anggaran juga untuk membekali atlet sebelum seleksi masuk Pelatda,” imbuhnya.

Widi mengimbau para atlet bijaksana menyikapi persoalan ini. NPC pun memutuskan tetap menjalankan pembinaan dan regenerasi atlet sebaik mungkin, meski di tengah segala keterbatasan. ”Regenerasi harus jalan terus. Kami sempat menurunkan sejumlah atlet muda di Peparda 2018, guna memberi jam terbang yang memadai bagi mereka. Menyambut Peparda 2022,” ucapnya.

Widi berharap, Pemkot Depok bisa menyamakan perlakuan untuk atlet disabilitas. Seperti memperlakukan atlet normal. Karena bagimanapun, lanjut dia, atlet disabilitas juga berjuang untuk Kota Depok. ”Semoga atlet disabilitas lebih diperhatikan dan diberdayakan. Biar atlet lebih percaya para masyarakat dan pemerintah. Sehingga lebih mengobarkan semangat juang untuk daerahnya,” pungkas Widi. (mg2)