BIMTEK : Anggota DPR RI, Nuroji bersama narasumber dan pelaku ekonomi kreatif Depok berfoto di sela-sela Bimtek Komunikasi Praktis Promosi Produk Kreatif  Public Speaking Brand Image Storytelling di Hotel  Savero Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Rabu (20/3). Foto: RICKY/RADAR DEPOK
BIMTEK : Anggota DPR RI, Nuroji bersama narasumber dan pelaku ekonomi kreatif Depok berfoto di sela-sela Bimtek Komunikasi Praktis Promosi Produk Kreatif  Public Speaking Brand Image Storytelling di Hotel  Savero Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Rabu (20/3). Foto: RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Para pelaku ekonomi Kreatif di Kota Depok mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi Praktis Promosi Produk Kreatif  Public Speaking Brand Image Storytelling di Hotel Savero Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Rabu (20/3).

Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji menilai pelaku ekonomi kreatif  banyak tertinggal dibandingkan dari wilayah lain. “Ya sudah nggak dimana para pengusaha kita merasa atau saya sendiri melihat Depok ini banyak tertinggal dengan daerah-daerah lain walaupun kita ada di ujungnya pusat pemerintahan di ujungnya kantor kantor Kementerian yang hebat-hebat,” Nuroji.

Di beberapa negara lain sudah lebih dulu melangkah, Indonesia pada tahap pengembangan dengan dibentuknya badan ekonomi ekonomi kreatif oleh presiden yang sekarang ini menjadi titik awal kemajuan ekonomi kreatif .

“Saya lihat banyak produk-produk makanan atau kemarin di Banyuwangi saya juga baru kunjungan kerja di bidang ini bidang ekonomi kreatif yang disana sudah jauh melangkah yang sudah memasarkannya ke luar negeri,” terangnya

Para pelaku usaha sudah buat perkumpulan-perkumpulan klasifikasi dan asosiasinya bukan lagi asosiasi yang sudah sektoral jadi Umami atau usaha makanan minuman ada asosiasi pembatik adalah sosialisasi. Menurutnya, para pelaku UMKM Jangan bergerak sendiri-sendiri harus bergabung dalam suatu asosiasi dalam upaya meningkatkan produknya

“Memang kita Depok belum punya blueprint atau desain besar bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata bahkan kalau dikaitkan dengan bidang lain seni budaya ini juga menjadi kesatuan kita tadi seni budaya juga bagian dari ekonomi kreatif banyak tertinggal ya berlabuh” ungkapnya.

Diharapkan kedepannya Pemkot Depok membangun Rumah Kreatif sebagai langkah mengembangkan para pelaku ekonomi kreatif.

Kasubag TU Pemasaran Direktorat Pengembangan Pasar Luar Negeri, Nuni Nugrahaini menambahkan, sudah selayaknya mencari sumber-sumber baru yang potensial untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

“Masa depan negara kita ekonomi kreatif adalah salah satu sumber baru yang sangat berpotensi untuk kita jadikan kekuatan ekonomi Indonesia dimasa depan,” kata Nuni.

Selain itu dari 16 subsektor yang ada terdapat tiga subsektor yang memberi memberikan kontribusi terbesar yaitu sektor kuliner sub sektor kuliner yaitu 41,4 persen, fashion 18 persen, dan 15,4 kriya. “Ketiga sub sektor tersebut menjadi sub sektor unggulan yang perlu didorong untuk menembus pasar manca negara,” tandasnya. (cky)