Beranda Metropolis Pasutri Pelaku Penganiayaan Divonis Bebas

Pasutri Pelaku Penganiayaan Divonis Bebas

0

RADARDEPOK,COM, DEPOK – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok yang dipimpin Yuanne Marietta dengan anggota Yulinda Trimurti Asih Muryati dan Rizky Mubarak Nazario memutuskan bebas terhadap pasangan suami isteri (pasutri) pelaku penganiayaan.

Dalam amar putusannya disebutkan, perbuatan kedua terdakwa terbukti sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Nomor Perkara 424/Pid.B/2018/PN Depok atas nama Daniel (36), dan Eli Santi alias Eli (37), oleh JPU Rahmiwati dijerat dengan Dakwaan Alternatif, yakni Pertama, Pasal 170 Ayat (1) KUHP atau Kedua, Pasal 351 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam surat tuntutan JPU No.Reg.Perk: PDM-18/DEPOK/08/2018 diketahui, ada sebanyak tujuh orang dihadirkan JPU sebagai saksi di persidangan. Ketujuh saksi menerangkan telah terjadi tindak pidana penganiayaan di D’Market Otomotif Center Blok A1 Ruko Grand Depok City, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, sekira jam 10.30 wib, Kamis (26/1) lalu.

Penganiayaan tersebut dilakukan kedua terdakwa terhadap Saksi Korban Andri Pirmansyah dan Arby Wibowo dengan cara terdakwa Daniel menarik baju saksi Andri Pirmansyah dan memukul kepala saksi dari belakang sebanyak satu kali menggunakan tangan kosong.

Sedangkan terdakwa Eli melakukan penganiayaan terhadap Arby Wibowo dengan cara menginjak-injak muka saksi korban kemudian keributan itu dipisahkan oleh security dan tukang parkir hingga bubar.

Akibat perbuatan kedua terdakwa, berdasarkan visum et repertum yang dikeluarkan RS Harapan Depok nomor: 12/VER/RSHD/I/2017 tanggal 26 Januari 2017 yang ditanda tangani oleh dr. Fitri Haerani dengan kesimpulan hasil pemeriksaan pasien atas nama Andri Pirmansyah ditemukan luka lecet di sekitar mata atas dan bawah sebelah kiri akibat kekerasan benda tumpul.

Selanjutnya, berdasarkan visum et repertum yang dikeluarkan RS Harapan Depok Nomor: 13/VER/RSHD/I/2017 tanggal 26 Januari 2017 yang ditanda tangani oleh dr. Fitri Haerani dengan kesimpulan hasil pemeriksaan pasien atas nama Arby Wibowo ditemukan luka lecet atau luka apapun dimana saja akibat kekerasan benda tumpul.

Akan tetapi, Ketua Majelis Hakim Yuanne Marietta dalam putusannya menyatakan terdakwa Daniel dan terdakwa Eli Santi alias Eli tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Alternatif Pertama, Pasal 170 Ayat (1) KUHP atau Dakwaan Alternatif Kedua, Pasal 351 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Membebaskan para terdakwa oleh karena itu dari semua Dakwaan JPU. Memulihkan hak-hak para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya. Membebankan biaya perkara kepada Negara,” tutur Yuanne.

Atas putusan tersebut, JPU Rahmiwati saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, akan melaporkan putusan tersebut kepada pimpinannya karena menurutnya, putusan tersebut tak masuk akal.

“Saya akan melaporkan putusan tersebut ke Pimpinan ke Kajari dan Kasi Pidum. Yang pasti sikap kami terhadap putusan itu menyatakan Kasasi,” tegas JPU, kemarin. (rub)