SERU: Suasana kegiatan Forsi ke-5 yang diadakan BKPAKSI Kota Depok di kawasan wisata di Kecamatan Sawangan.DICKY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
SERU: Suasana kegiatan Forsi ke-5 yang diadakan BKPAKSI Kota Depok di kawasan wisata di Kecamatan Sawangan.Foto: DICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Badan Koordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Depok mengadakan Festival Olahraga dan Seni Islam (Forsi) ke-5. Kegiatan yang diadakan di salah satu tempat wisata di kawasan Kecamatan Sawangan tersebut, diikuti sekitar 2.042 orang.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Widjayanto, Penilik PAUD Kota Depok, Iwang S, dan Kasi Ketahanan Keluarga DPAPMK Kota Depok, Anis Ayu

Direktur Utama Daerah BKPAKSI Kota Depok, Addy Kurnia Komara menuturkan, rincian orang yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, yakni 888 siswa dari 34 PAUD Alquran se-Kota Depok, dan ada juga 988 orang tua pendamping, dan 166 guru dan panitia.

Baca Juga  Gebyar Vaksin Harjamukti Diikuti 550 Warga

“Dengan jumlah tersebut, tentunya acara lomba dn kreativitas anak usia dini menjadi sangat meriah,” ucapnya kepada Radar Depok.

Addy menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut yakni mengembangkan jiwa kompetisi dan sportivitas anak didik, menumbuhkan kecerdasan motorik kasar dan halus. Sebagai organisasi tentunya ingin memberikan manfaat untuk anggotanya dalam memajukan kualitas dunia pendidikan. Apalagi BKPAKSI juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Depok sebagai mitra.

“Kami berharap dengan adanya semakin meningkat kualitas dan mutu pendidikan anak usia dini di kota depok untuk mewujudkan visi kota Depok sebagai kota yang layak anak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Disporyata Kota Depok, Widjayanto menyampaikan pokok-pokok pendidikan pada anak usia dini yang harus menjadi fokus utama bagi penyelenggara pendidikan. Pertama, harus diutamakan pendidikan yang bersifat Ruhiyah. Kedua, pendidikan anak harus mengembangkan kemampuan akliyahnya. Ketiga, anak usia dini harus diberi kesempatan juga untuk mengembangkan kecerdasan jasadiyahnya, yang lebih dikenal dengan kecerdasan motorik dengan banyak bergerak dan berolahraga.

Baca Juga  Akhirnya Kali Bojongsari Dikeruk

“Tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi tentang karakternya juga menjadi target dalam perkembangan kecerdasan dan kemampuan anak,” terangnya. (dic)