KOMPAK: Kepala Seksi Penunjang Non Medis yang langsung membawahi IT RSUD Depok, Riyanto (baju coklat paling tengah) saat pelatihan di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Foto: RSUD FOR RADAR DEPOK
KOMPAK: Kepala Seksi Penunjang Non Medis yang langsung membawahi IT RSUD Depok, Riyanto (baju coklat paling tengah) saat pelatihan di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Foto: RSUD FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kejahatan cyber tidak hanya mengincar industri komersil saja, namun rumah sakit juga menjadi incaran para penjahat cyber. Untuk itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok terus berupaya dalam peningkatan keamanan informasi dan menghindari terjadinya peretasan.

Kepala Seksi Penunjang Non Medis yang langsung membawahi IT RSUD Depok, Riyanto mengatakan, era industri 4.0 ini memacu RSUD Depok untuk siap menghadapi berbagai tantangan dalam dunia online.

Hal ini termasuk dalam menguatkan kemananan informasi di RSUD Depok agar tidak dilakukan penyerangan cyber dari luar. “Karena data-data ini penting, kami telah melakukan pengamanan informasi dan akan terus meningkatkannya,” ujar Riyanto, Senin (25/3).

Riyanto mengatakan dirinya juga sudah mendapat pelatihan dari Badan Siber dan Sandi Negara terkait evaluasi keamanan informasi di rumah sakit. Selain itu, pihaknya intensif menjalin sinergitas dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, sehingga permasalahan cyber yang dihadapi bisa cepat teratasi.

“Kami menjalin komunikasi dengan Diskominfo untuk memperkuat keamanan dari internal RSUD Depok. Langkah tersebut demi mencegah dan menangkal serangan dari peretas,” tandasnya.

Menurutnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusianya, sehingga dalam penerapan idak ada miss antara teknologi dengan manusia yang mengoperasikan teknologi tersebut.

“Pelatihan ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan individu, khususnya dalam dunia teknologi,” tukas Riyanto. (rub)