AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BERI PENGHARGAAN : Walikota Depok, Mohammad Idris memberikan plakat penghargaan kepada peserta dalam acara seminar & award IDN 2019 di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (22/3).
BERI PENGHARGAAN : Walikota Depok, Mohammad Idris memberikan plakat penghargaan kepada peserta dalam acara seminar & award IDN 2019 di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (22/3). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menuju revolusi industri 4.0, pengelolaan sistem secara manual kini mulai ditinggalkan dan beralih ke komputerisasi. Seperti dalam cara kerja pengelolaan data di sekolah. Pemerintah Kota Depok ingin seluruh sekolah menerapkan sistem digital, agar pengelolaan data siswa dan keuangan lebih efektif.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, penerapan siste, digitalisasi sangat berpengaruh positif pada kelangsungan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Khususnya, dalam kepengurusan administrasi keuangan.

“Lembaga pendidikan akan menghadapi sebuah perubahan yang signifikan akibat proses digital. Jangan sampai kita kalah dengan negara-negara lain atau dengan kota-kota lain sehingga harus mengubah dari sistem manual ke digitalisasi,” katanya dalam seminar bertajuk Digitalisasi Keuangan Lembaga Pendidikan Menuju Inklusi Keuangan’ di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jumat (22/3).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Idris menyayangkan bahwa baru 30 persen sekolah yang menerapkan sistem digitalisasi. Terlebih di sekolah negeri masih didapati tidak memiliki database lengkap tentang jumlah siswa.

“Jangankan data base SDN, sampai tadi data muridnya pun enggak tahu gitu kepala sekolah ditanya, karena masih manual, pendaftarannya masih dicatat. Kadang-kadang enggak tahu hilang kemana dan sebagainya. Makanya digitalisasi ini menjadi sesuatu yang sangat urgent untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah swasta lebih maju dibanding sekolah negeri dalam penerapan digitalisasi. Namun dia optimis dan berupaya agar sekolah negeri mulai meninggalkan sistem manual.

Selain mempermudah pihak sekolah dalam mencari, mengakses, dan menyimpan data-data penting sekolah. Dengan digitalisasi dapat mempercepat kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. “Kalau pakai digital, semuanya dapat terintegrasikan melalui komputer. Tidak hanya memudahkan sekolah, tetapi juga orangtua siswa dalam mengecek segala data anaknya,” tegas Idris.

Rencananya Pemkot Depok akan berkolaborasi dengan perusahaan start up Infradigital Nusantara (IDN), untuk mempercepat sekolah menggunakan basis digital. Khususnya di bidang sistem keuangan.

Dilokasi yang sama, CEO PT InfraDigital Nusantara, Ian McKenna mengungkapkan, bahwa pihaknya bercita-cita membangun sebuah sistem keuangan berbasis digital khusus untuk pendidikan. Sistem keuangan yang cocok untuk semua lembaga, mulai dari yang kecil dan menengah sampai universitas yang besar.

Serta sistem keuangan yang cocok untuk semua orang tua, baik yang memiliki rekening bank maupun tidak. Sistem yang dapat membantu merapikan pencatatan dan melancarkan pendapatan sekolah.

“Aplikasi InfraDigital Nusantara merupakan Fintech B2B yang digunakan oleh Tata Usaha dan Badan Administratif  lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa, seperti SPP dan tagihan regular lainnya. Ini dilaksanakan menggunakan tagihan digital dan pembayaran online melalui jaringan pembayaran pendidikan diciptakan oleh InfraDigital yaitu jaringan IDN,” paparnya.

Ditempat yang sama, Profesor Finance IPMI International Bussines School, HM Roy Sembel menerangkan, digitalisasi keuangan perlu segera diterapkan karena jika tidak, Indonesia akan mengalami kerugian besar.

“Revolusi industri 4.0 telah merambah ke seluruh lini, termasuk pendidikan. Inklusi keuangan sudah mesti diaplikasikan mulai dari rumah tangga. Sekolah sebagai salah satu pilar inklusi keuangan mestinya sudah melakukan digitalisasi keuangan,” tangkasnya. (san)