Beranda Pendidikan Sosialisasi Suscatin di Ponpes Arrahmaniyah

Sosialisasi Suscatin di Ponpes Arrahmaniyah

0
Sosialisasi Suscatin di Ponpes Arrahmaniyah
SOSIALISASI: Puluhan santri Pondok Pesantren Arrahmaniyah Caipyung, Kota Depok, mengikuti Sosialisasi dan Imunisasi Calon Pengantin usia Pra Nikah se-Kecamatan Ciapyung, yang berlangsung di Gedung Arrahmaniyah, kemarin (28/3). Tampak hadir Camat Cipayung, Asep Rahmat, dan Ketua MUI Cipayung, Syamwari. Foto: ARRAHMANIYAH FOR RADAR DEPOK
SOSIALISASI: Puluhan santri Pondok Pesantren Arrahmaniyah Caipyung, Kota Depok, mengikuti Sosialisasi dan Imunisasi Calon Pengantin usia Pra Nikah se-Kecamatan Ciapyung, yang berlangsung di Gedung Arrahmaniyah, kemarin (28/3). Tampak hadir Camat Cipayung, Asep Rahmat, dan Ketua MUI Cipayung, Syamwari. Foto: ARRAHMANIYAH FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Puluhan santri dan siswa dari Pondok Pesantren Arrahmaniyah Cipayung Kota Depok, mengikuti sosialisasi dan imunisasi Kursus Calon Pengantin (Suscatin) usia Pra Nikah se-Kecamatan Cipayung, yang berlangsung di Gedung Arrahmaniyah, kemarin (28/3).

Ketua Penyelenggara Suscatin usia Pra Nikah se-Kecamatan Cipayung, Syamwari menyebutkan, sosialisasi ini diberikan kepada santri atau siswa khususnya di usia nikah Kelas XI dan Kelas XII baik di Madrasah Aliyah maupun di SMA Arrahmaniyah. Hal ini bertujuan agar mereka tahu bahwa tidak semudah yang dibayangkan usia nikah dini itu, sekalipun dalam Undang-Undangnya diperbolehkan menikah di usia 16 tahun.

“Kami berharap para siswa paham dengan sosialisasi ini, bahwa nikah itu tidak semudah yang digambarkan. Kami mendorong mereka ketika mau berkeluarga itu harus sudah matang, cakap, dan mampu,” ungkap Syamwari yang juga Ketua MUI Cipayung ini.

Pihaknya juga mendorong ketika melangsungkan pernikahan, paling tidak sudah berusia 20 tahun ke atas. “Ini agar matang, dan barangkali sosialisasi kami ke setiap sekolah maupun madrasah sesuai target. Peserta yang diundang ada 75 siswa-siswi, khusus dari Ponpes Arrahmaniyah. Dan akan dikembangkan ke sekolah lain,” tutur Syamwari kepada Radar Depok.

Target lain dari kegiatan ini agar siswa mengerti dan mempersiapkan diri, ketika dia mau berkeluarga atau melangsungkan jenjang pernikahan sudah matang persiapannya untuk berumah tangga. Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi dan imunisasi Suscatin ini sudah digelar sejak 2018, dan ini sudah memasuki tahun ke dua.

Selain itu, hal ini juga sudah sering disampaikan kepada calon pengantin di kantor KUA. Atau melalui kursus calon pengantin. Sedangkan pemateri berasal dari puskesmas karena terkait persiapan reproduksi calon pengantin, kemudian dari KUA kecamatan yang menjelaskan tentang Bab Munakahat atau pernikahan. Mulai dari syarat, rukun, hingga kecakapan untuk persiapan pernikahan.

“Dari sisi pranikah, yang harus dipahami oleh calon pengantin, bahwa pernikahan dini itu banyak mudaratnya. Mungkin banyak perceraian karena pasangan dini tersebut tidak memahami tentang pernikahan itu sendiri. Jadi melalui sosialisasi ini kita tegaskan kepada para siswa jangan terburu-buru memutuskan untuk berkeluarga, kalau belum siap,” tutup Syamwari. (gun)