DEKAT WARGA: Lurah Duren Seribu, Suhendar saat sambang warga di RW1, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin. Foto: DICKY/RADARDEPOK
DEKAT WARGA: Lurah Duren Seribu, Suhendar saat sambang warga di RW1, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin. Foto: DICKY/RADARDEPOK

Tidak ingin mengulang tahun lalu, dimana Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari berada di peringkat 46 Kota Depok. Kelurahan Duren Seribu berusaha mendongkrak raihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan mencari sumber permasalahan perolehan PBB dengan mendatangi langsung masyarakat.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Lingkungan RW1 dan RW2 menjadi tempat silahturahmi aparatur Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Terlihat pengurus lingkungan dan masyarakat terlibat percakapan dengan aparatur Kelurahan Duren Seribu, salah satunya terkait realisasi PBB di masyarakat.

Ditengah kunjungan, Lurah Duren Seribu, Suhendar mengatakan, silahturami dengan melakukan kunjungan kemasyarakat dan pengurus lingkungan, untuk lebih mengenal dekat dengan kehidupan masyarakat Duren Seribu. Tidak hanya itu, pihaknya ingin mengetahui realisasi PBB di masyarakat Duren Seribu.

“Pada 2018, raihan PBB Duren Seribu berada peringkat 46 Kota Depok,” ujar Suhendar.

Pria berkumis tersebut mengungkapkan, untuk mendongrak peringat PBB Duren Seribu, Suhendar berusaha mencari akar permasalahan di masyarakat dan ditemukan sejumlah permasalahan, yakni kurangnya sosialisasi dan double anslah maupun wajib pajak tidak diketahui alamatnya. Dari luas Duren Seribu, hanya 70 persen merupakan warga Duren Seribu sedangkan 30 persen merupakan double anslah maupun tidak diketahui alamat pemiliknya.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Pondok Petir tersebut menuturkan, pihaknya akan memaksimalkan proyeksi 70 warga tetap untuk membayarkan PBB, dan akan melakukan jemput bola. Nantinya, pihaknya akan membentuk tim monitoring yang akan melakukan sosialisasi dan pengecekan di 11 RW.

“Target PBB untuk 2019 mencapai Rp1,3 Milyar,” tutup Suhendar. (*)