RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) membuka program Joint MM-MBA Manajemen Industri Penerbangan atau MM Aviasi. UI bekerja sama dengan Coventry University, Inggris.

“Industri penerbangan Indonesia telah berkembang pesat dan sangat bergairah. Itu yang menjadi alasan UI meresmikan program itu,” ujar Juru Bicara UI Rifelly Dewi Astuti.

MM Aviasi FEB UI merupakan program pertama dan satu-satunya yang tersedia Indonesia. Program itu berfokus untuk menghasilkan dan mengembangkan future leader di bidang bisnis penerbangan.

Program Fakultas ini juga berakreditasi A serta telah mengantongi akreditas internasional, yakni The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow (ABEST21).

“Pendaftaran MM Aviasi angkatan pertama melalui SIMAK UI (Seleksi Masuk UI) yang akan dibuka pada Juni 2019 di laman penerimaan.ui.ac.id. Kuliah perdana akan dilaksanakan pada September 2019,” kata Rifelly.

Dalam perkuliahan MM Aviasi, mahasiswa akan dibekali elemen-elemen penting di dalam pengelolaan sebuah perusahaan yang bergerak di industri penerbangan. MM Aviasi juga mempelajari komponen manajamen aviasi di antaranya pelayanan penerbangan, sumber daya manusia dan struktur organisasi, keuangan, keamanan, teknologi, inventory dan komponen lainnya.

“Perkuliahan dilakukan selama 4 semester atau setara dengan 2 tahun di Gedung MM FEB UI kampus Salemba. Dengan terjalinnya kerja sama Coventry University, mahasiswa MM FEB UI akan menerima pengajaran dari para dosen FEB UI serta dosen dari Coventry University,” tutur Rifelly.

Peresmian dan penandatanganan kerja sama MM Aviasi FEB UI dilakukan di Kedutaan Besar Inggris, Kuningan, Jakarta. Acara dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste Moazzam Malik, Dekan FEB UI Ari Kuncoro dan Associate Head of School Commercial & Enterprise, School of Mechanical, Aerospace & Auto Engineering, Coventry University Jenni Fernando.

“Diharapkan dibukanya peminatan MM Aviasi, para lulusannya dapat memenuhi kebutuhan market akan pemimpin di industri penerbangan yang kredibel dan
berdaya saing global,” ujar dia. (ram/net)