RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mengikuti kontestasi pesta demokrasi 2019, tentunya jika ingin menjadi peserta pemilu menjadi kewajiban untuk melakukan sosialisasi yang baik dan terjun langsung ke masyarakat. Sehingga, dapat meraih simpati dan masyarakat menentukan pilihannya untuk mereka, salah satunya dengan mengenal rekam jejak mereka serta visi misi.

Seperti yang disampaikan, Caleg DPRD Kota Depok Dapil 6 (Cipayung, Sawangan, Bojongsari) nomor urut 1 dari PPP, Qonita Luthfiyah. Menurut Qonita yang juga putri dari Kyai Syukron Mamun ini menganggap, peserta Pemilu harus melakukan sosialisasi dengan baik di Dapil-nya.

“Sangat penting, karena sistem penghitungan Pemilu 2019 menggunakan metode Sainte Lague (Suara terbanyak.red), jadi caleg harus benar-benar menyosialisasikan visi misinya. Sehingga bisa dipilih oleh masyarakat,” kata Qonita.

Sementara, caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) nomor urut 5 dari PDI Perjuangan, Sahat Farida Berlian mengatakan, Caleg harus dikenal dan dipahami visi misinya oleh masyarakat.

“Harus dikenal, mau berbuat apa ketika menjadi anggota dewan. Makanya cari tahu calegmu, kenali visi misinya, tak kenal maka tak paham. Jadi warga juga harus responsif untuk mengetahui siapa calon yang akan dipilih, disamping caleg juga melakukan sosialisasi visi dan misinya,” ucap Sahat.

Terpisah, Caleg DPRD Kota Depok Dapil 3 (Cimanggis) nomor urut 2 dari PKB, Ade Ibrahim mengatakan, menjadi penting bagi seorang caleg melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sebab, untuk mengenal lebih dekat warga yang akan menjadi konstituennya.

“Atau sebaliknya, warga dapat mengenal lebih dekat siapa caleg tersebut, karena nanti akan menjadi wakilnya ketika sudah menjadi anggota dewan. Kedekatan dengan masyarakat atau popularitasnya juga sekaligus menjadi bukti ketokohan caleg tersebut,” kata Ade.

Sedangkan, Caleg DPRD Kota Depok Dapil 5 (Cilodong, Tapos) nomor urut 2 dari Partai Gerindra, Rienova Serry Donie mengatakan sosialisasi sebagai wahana silaturahmi dan untuk mengetahui karakter masyarakat di Dapil-nya.

“Tahu mendengar masalah di Dapil, memberikan edukasi politik dan juga agar masyarakat lebih dekat dengan calegnya,” ucap Rienova. (cky)