AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BERI PEMAPARAN : Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Kadiskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono saat memberikan pemaparan Tiga Tahun Kinerja Pemerintahan Kota Depok di Aula Teratai, Balaikota Depok, Kamis (28/2).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERI PEMAPARAN : Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Kadiskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono saat memberikan pemaparan Tiga Tahun Kinerja Pemerintahan Kota Depok di Aula Teratai, Balaikota Depok, Kamis (28/2).

DEPOK-Setelah tiga tahun mempimpin Kota Depok. Walikota Depok, Mohammad Idris banyak cerita tentang kinerja dan program yang telah digarapnya. Mulai dari penanganan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, pembangunan taman, hingga hubungannya dengan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

 

Saat Press Conference Tiga Tahun Kinerja Idris-Pradi, di Ruang Teratai Balaikota Depok, Kamis (28/2). Walikota menyebut,  pengelolaan sampah di TPA Cipayung sudah sangat mengganggu, karena ada beberapa warga yang mengeluh. Sampah yang ada sudah menjulang melebihi kapasitas, dan ada beberapa yang menutup aliran sungai.

Menurut Idris, lokasi TPA Cipayung, diperkirakan akan mampu bertahan setahun lagi. Jika melihat kondisi sampah buangan warga yang mencapai 300 ton lebih per harinya. Dengan buangan sampah sebesar itu, bak penampungan juga segera penuh.

“Indeks resiko TPA Cipayung memang sudah hampir di ambang batas resiko sekitar 455 hingga 500, yang diperkirakan hanya mampu bertahan satu tahun ini,” kata Walikota, kepada Harian Radar Depok kemarin.

Dari data yang diperoleh, jika indeks resiko mencapai 600 hingga 1.000 kondisi dilapangan jelas TPA Cipayung harus ditutup. Karena sangat tidak memungkinkan dipakai. Terlebih ada informasi jika tidak dikurangi secara mencicil dalam satu tahun, bakal penuh dan tidak dapat dipergunakan sama sekali.

Sekarang ini, dari data yang ada jumlah total sampah 750 ton perhari sampah buangan warga Kota Depok. Tapi yang dibuang  ke TPA Cipayung sekitar 300 ton. Seharusnya tahun 2019 ini jumlah tersebut sudah dapat dibuang ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor. Tapi karena belum siap, Kota Depok masih memaksimalkan TPA Cipayung.

Selain itu, pihaknya juga mengaku akan terus menambah taman kota sebagai ruang terbuka hijau. Sebanyak 15 taman terpadu kelurahan, akan dibangun Pemkot Depok tahun 2019. Hal ini guna menyediakan area publik untuk warga Depok.

Sementara itu, saat ini Kota Depok sudah memiliki 29 taman terpadu kelurahan, dan rencananya tahun ini akan ditambah 15 taman lagi. “Kalau kita tambah 15 taman lagi, berarti Kota Depok akan memiliki 44 taman di kelurahan,” beber Idris di Aula Teratai Gedung Balaikota.

Tidak hanya itu, pengadaan taman terpadu menurutnya akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaiannya di tahun 2021. “Tahun 2020 kita akan bangun lagi 11 taman, sehingga menjadi 55 taman. Sementara sisanya 8 taman akan kita realisasikan di tahun 2021,” tegasnya.

Idris mengaku, dalam perjalanannya banyak kendala dalam membangun taman. Salah satunya banyak kelurahan yang tidak punya aset. Sedangkan ada lahan fasum, namun ada warga yang menolak. Contohnya di Kelurahan Tugu, warga menolak karena lahan berada di dalam perumahan, dan lebih memilih untuk dijadikan sarana lapangan bola.

“Cari tanah susah, dan harga tanah yang mahal, jadi untuk mewujudkan taman kelurahan perlu upaya ekstra,” kata Idris.

Disamping itu, Mohammad Idris juga menerangkan hubungannya dengan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Dia menjelaskan, meski jarang tampil berdua dalam tiap kegiatan, hal tersebut bagian dari pembagian tugas.

“Saya enggak mau baper kalau ditanya soal harmonisasi. Harmonis tidak harus selalu bersama-sama,” katanya.

Idris menyampaikan, banyak agenda kegiatan yang harus disambangi. Karena itu, dia dan Pradi melakukan pembagian tugas. “Makanya tidak bareng Pak Pradi terus. Tapi kalau Pak Pradi tidak sibuk, bisa datang ke acara saya. Contohnya ke pengajian yang saya pimpin, dia datang,” jelasnya.

Idris melanjutkan, yang namanya harmonis tidak selalu duduk bersama. Jangan terlena selalu bersama tapi hati berantakan. “Tanya Pak Pradi masih cinta nggak sama saya, kalau saya masih,” katannya mencairkan suasana.

Idris mengatakan, satu atau dua periode adalah urusan politik. Semua dapat berubah dengan cepat, bila masuk ke ranah politik. “Inginnya berlanjut, tidak pecah kongsi,” pungkasnya.(rub)