Beranda Utama Satu Tewas Belasan Luka

Satu Tewas Belasan Luka

0
Satu Tewas Belasan Luka
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MELAKUKAN EVAKUASI : Petugas saat mengevakuasi pohon kapuk randu yang tumbang di kawasan Jalan Merdeka Raya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (1/4). Kejadian tersebut menyebabkan beberapa kendaraan rusak parah dan korban luka-luka.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hujan disertai angin kencang menerjang Kota Depok, kemarin (1/4), hingga mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Kejadian ini membuat beberapa kendaraan roda dua dan empat rusak, puluhan orang luka-luka, dan merenggut satu korban jiwa.

Pohon beringin berusia puluhan tahun tumbang menimpa dapur restoran Pondok Ikan Gurame dan menewaskan sang koki Adhe Susi Hartanti (35), di Jalan Raya KSU Pemancar RRI Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, pukul 14.30 wib.

Pantauan Radar Depok di lokasi, regu penolong terdiri dari Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Polsek Sukmajaya, TNI, dan masyarakat turut mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

Adi Sumantri (25), seorang rekan korban yang juga koki, menceritakan, pohon beringin tersebut tumbang sekitar pukul 14.30 WIB bertepatan dengan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah Kota Depok.

“Tadi memang posisi lagi hujan deras, sudah begitu anginnya juga kencang banget,” ujar Adi kepada Radar Depok.

Diungkapkan Adi, sebelum kejadian, sedang ada beberapa pelanggan yang datang untuk makan. Mereka lalu memesan sejumlah hidangan. Adi dan rekan-rekannya, termasuk Susi menyiapkan hidangan sesuai pesanan para tamu. Di tengah hujan deras dan angin kencang, karyawan pun sibuk menyiapkan pesanan.

“Waktu itu mbak Susi lagi bakar ikan di dapur. Saya sama lima orang teman juga lagi ngerjain orderan,” ucap Adi.

Saat sibuk di dapur, Adi mengaku sempat melihat pohon beringin di belakang dapur bergoyang-goyang. Namun, hal itu tidak sampai membuat dia dan teman-temannya khawatir. Karena tiap hujan deras dan angin kencang, otomatis pohon itu pun bergoyang. Malang, saat itu takdir berkata lain. Saat masih menyiapkan pesanan, pohon berdiameter satu meter itu tiba-tiba patah dan tumbang.

“Saya sempat denger bunyi ‘kraak’, tahu-tahu lihat pohon itu mau jatoh. Kita semua teriak nyelamatin diri,” cerita Adi.
Sayangnya, pohon itu tumbang sangat cepat. Susi gagal menyelamatkan diri. Tubuhnya tertimpa batang besar dan tertekuk. Belakangan, dia diketahui meninggal dunia.

Tak hanya Susi, pohon itu juga menimpa lima karyawan lain. Yaitu Syamsul (25), Somat (40), Alan (23), Rofi (19), dan Eka (25). Di antara mereka, Somat yang terluka cukup parah. Sementara yang lain hanya menderita luka-luka ringan.

Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di jalan Merdeka, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya tepat di depan kantor samsat. Pohon Kapuk Randu berdiameter sekitar tiga meter tumbang diterpa angin hingga menimpa mobil Avanza silver bernomor polisi B 1825 ZFM.

Kosim pemilik mobil memelas, ketika melihat mobilnya terbelah menjadi dua bagian di lahan parkir Kantor Samsat, Sukmajaya.

“Saya sedang mengurus ganti plat nomor, katanya ada mobil yang tertimpa pohon diluar, waktu saya lihat itu mobil saya,” kata Kosim.

Pohon Kapuk Randu itu juga menimpa empat orang yang sedang berteduh diwarung makan, serta puluhan motor yang terparkir di bawahnya.

“Saya duduk tepat di bawah pohon, tiba-tiba akar terangkat. Dengan pelan hingga akhirnya pohon tumbang,” kata Siti pemilik warung yang jualan tepat di bawah Pohon Kapuk.

Sementara, Mayang (40) dan tiga orang lainnya lebih naas. Pohon dengan berat puluhan ton tersebut langsung menimpa dirinya.

“Saya dari sebrang samsat, mendengar suara pohon, kemudian lari ke depan samsat. Saya kira di sana aman, karena tidak ada pohon, tapi pohonnya malah menimpa punggung saya,” kata Mayang.

Terpisah, Kepala Humas PLN Kota Depok, Setiyo Budiono, mengatakan ada sekitar lima tiang listrik ikut roboh karena bencana angin dan hujan, kemarin (1/4).

“Saya menerima laporan ada tiang milik PLN yang tumbang,” kata Budi kepada Radar Depok.
Menurutnya, kejadian tersebut rata-rata karena pohon yang menimpa kabel tiang, sehingga tiang ikut roboh.

“Pohon niban tiang, tiangnya ikutan roboh,” kata Budi. (rub)