TAK TERAWAT : Gedung baru Pasar Musi, Kecamatan Sukmajaya tampak tak terawat dengan banyaknya atap plafon yang rusak dan rolling door tak berfungsi, Senin (29/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
TAK TERAWAT : Gedung baru Pasar Musi, Kecamatan Sukmajaya tampak tak terawat dengan banyaknya atap plafon yang rusak dan rolling door tak berfungsi, Senin (29/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Bangunan Pasar Musi mulai mengalami kerusakan. Pasar yang didirikan 2017 dan menelan anggaran Rp5,6 miliar tersebut, bagian tembok mulai retak dan pintu kios jebol. Bahkan, asbes atap juga hilang.

Pantauan Radar Depok di lokasi, pasar di lingkungan RW02, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya ini, pembangunannya bersumber dari APBN melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, masih beralaskan tanah. “Sudah pada hancur, padahal belum dipakai,” kata Burhan salah seorang pedagang Bumbu di Pasar Musi lama.

Dia mengatakan, banyak bagian pasar yang sudah mulai rusak, seperti langit-langit pasar, rollingdoor, dan atap yang rusak. Dia juga mengatakan bangunan pasar seperti tidak layak untuk digunakan. “Kayanya kontraktornya kerjanya asal-asalan, masa belum lama sudah rusak lagi,” kata Burhan saat ditemui di Pasar Musi.
Sementara itu, Penanggungjawab Pasar Musi, Sabenih mengatakan, kerusakan yang terjadi di Pasar Musi karena puting beliung yang beberapa  waktu lalu melanda Kota Depok. “Itu karena puting beliung beberapa waktu lalu,” kata Beni –sapaan akrab Sabenih- yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Pasar Kemirimuka.

Baca Juga  Peningkatan Kesehatan di Puskesmas Disambut Baik

Dia mengatakan, Pasar Musi belum digunakan lantaran belum ada serah terima antara Kementerian Perdagangan dan Pemkot Depok. “Inikan program kementerian, mereka belum melimpahkan ke Kota Depok,” kata Beni.

Namun demikian, pihaknya mengaku akan berkoordinasi untuk merapihkan bagian bangunan yang mulai rusak. “Nanti kami akan bereskan,” pungkasnya.(rub)