Beranda Utama Depok Antisipasi Perubahan Iklim Global

Depok Antisipasi Perubahan Iklim Global

0
Depok Antisipasi Perubahan Iklim Global
EARTH HOUR: Walikota Depok Mohammad Idris simbolis mematikan lampu selama 60 menit pada kegiatan Earth Hour tingkat Kota Depok, Sabtu (30/3). Tampak hadir Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, Dandim 0508/Depok Letkol Inf. Eko Syah Putra Siregar, serta sejumlah unsur Muspida Kota Depok. Foto: DISKOMINFO FOR RADAR DEPOK

EARTH HOUR: Walikota Depok Mohammad Idris simbolis mematikan lampu selama 60 menit pada kegiatan Earth Hour tingkat Kota Depok, Sabtu (30/3). Tampak hadir Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, Dandim 0508/Depok Letkol Inf. Eko Syah Putra Siregar, serta sejumlah unsur Muspida Kota Depok. Foto: DISKOMINFO FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok kembali memperingati Earth Hour, sebagai upaya mendukung penghematan energi. Giat ini pula bentuk dukungan dan komitmen Pemkot Depok terhadap gerakan hemat energi, serta antisipasi perubahan iklim global. Kampanye Global Ceremony Switch Off Earth Hour dengan memadamkan lampu selama satu jam secara serentak, pada Sabtu (30/3) sejak pukul 20.30-21.30 wib.

Pada giat Earth Hour tahun ini, Walikota Depok Mohammad Idris mengajak warga Kota Depok peduli terhadap kelestarian lingkungan. Pemkot juga melibatkan Komunitas Earth Hour Kota Depok, dengan mematikan lampu selama 60 menit yang berlangsung di Taman Merdeka, Sukmajaya.

Tampak hadir, Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida, Dandim 0508/Depok Letkol Inf. Eko Syah Putra Siregar, Kepala DLHK Depok, Ety Suryahati, Kepala BKPSDM Depok, Supian Suri, Kepala Disrumkin Depok, Dudi Mi’raz, serta unsur muspida Kota Depok.

“Implementasi kegiatan ini, bagaimana kita peduli terhadap kelestarian lingkungan. Jangan sampai kita hanya merasa punya hak melakukan apa saja dalam kehidupan ini, tanpa peduli terhadap dampak yang kita timbulkan terhadap lingkungan,” ungkap Idris kepada wartawan.

Selain itu Idris menilai, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Kota Depok seiring bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Kota Depok saat ini mencapai 2,3 juta jiwa.

“Bertambahnya jumlah penduduk berdampak pada peningkatan produksi sampah. Namun, hal tersebut tidak membuat kita pesimis. Ini jadi tantangan bagi kita, bagaimana menyelesaikan persoalan sampah,” tegas Idris.

Idris menambahkan, dalam mengatasi masalah sampah, pada bulan Februari lalu, Kota Depok mendapat bantuan mesin pencacah sampah dari pemerintah pusat yang ditempatkan di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kecamatan Sukmajaya. Mesin pencacah ini mampu mengolah tiga ton sampah per hari.

“Tentunya sampah yang diolah adalah sampah yang sudah dipilah. Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut memilah sampah,” harap Idris.

Idris mengaku, terus memantau kelestarian lingkungan di Kota Depok dengan mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan indeks kerawanan sampah. Menurutnya, hingga saat ini tingkat pencemaran udara dan sampah di kota yang memiliki tagline Kota Bersahabat (Friendly City) tersebut masih dalam batas aman.

“Untuk pengukuran ISPU kita jadikan Jalan Margonda Raya sebagai standar pengukuran. Alhamdulillah, udaranya masih cukup segar dan belum sampai pada tahap yang mengkhawatirkan. Termasuk indeks kerawanan sampah juga masih dalam batas aman,” tutup Idris. (net/gun)