KOMPAK : Anggota DPR RI sekaligus ketua Dewan Kesenian Depok (DKD) Nuroji berfoto bersama pemain dan para seniman dari Brunei Darussalam usai melakukan pentas kesenian Titian Muhibah Budaya dua bangsa di Betawie Ngoempoel, Jumat (5/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KOMPAK : Anggota DPR RI sekaligus ketua Dewan Kesenian Depok (DKD) Nuroji berfoto bersama pemain dan para seniman dari Brunei Darussalam usai melakukan pentas kesenian Titian Muhibah Budaya dua bangsa di Betawie Ngoempoel, Jumat (5/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Depok menjadi tuan rumah dalam Pentas seni budaya dua bangsa, antara Indonesia dengan Brunei Darussalam bertajuk ‘Titian Muhibah Budaya’ yang diselenggarakan di Panggung Sekretariat Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Depok, di RM Betawi Ngumpul, Jalan Tanah Baru No. 74 Kelurahan Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jumat (5/4) malam.

“Ini pertama kali datang ke sini, kami merasa kagum dengan masyarakatnya yang beraneka macam kebudayaannya, lain tempat lain budaya. Yang ini dipersembahkan kali ini budaya Betawi. berharap ada kunjungan balasan ke Brunei Darussalam,” tutur CEO Seni Budaya, Organisasi Putri Seni Budaya, Susilawati Binti Abdurrahman. didampingi Artis bagian kebudayaan Brunei, Zai Ibrahim.

Yang tadi ditampilkan, sambung Susilawati, dari kesenian, lagu, juga ada kain tenunan Brunei jenis jong sarat yang dipakai oleh raja-raja Brunei, yang ditenun dari serat emas.

“Ada bermacam-macam jenisnya, itu mahal bisa ribuan dollar, paling murah 300 dollar, yang tadi kami gunakan harganya mencapai seribu dollar. Itu ditenun oleh orang Brunei sendiri,” ucapnya.

Sementara, Ketua Harian DKD Kota Depok, Asrizal Nur mengatakan, kolaborasi tersebut berawal ketika muridnya di Brunei, dan dari sana ingin silaturahim ke Depok. Namun, begitu berbicara dengan Ketua DKD Kota Depok, Nuroji, kemudian menyarankan untuk sekalian membuat pagelaran budaya.

“Akhirnya lahirlah perkawinan budaya ini. Brunei menampilkan lagu-lagunya dan menyanyikan lagu kita, demikian sebaliknya,” kata Asnur -Sapannya-.

Ia berharap silaturahim ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa berlanjut, dimana seniman Depok bisa berkunjung ke Brunei Darussalam.

“Kami mengharapkan mendapat dukungan dari pemerintah, sebagaimana kawan-kawan dari Brunei yang mendapatkan dukungan dari pemerintahnya,” ucap Asnur.

Sementara, Ketua DKD Kota Depok, Nuroji mengaku puas dengan kolaborasi tersebut. Sehingga menunjukan eksistensi DKD sebagai lembaga kesenian yang memiliki berbagai kegiatan atau mencari nama saja.

“Ini salah satu yang kami lakukan, melalui diplomasi budaya, kami berkewajiban mempromosikan budaya sampai keluar negeri, ini suatu bukti dengan Brunei, walaupun tanpa dukungan siapapun, pihak  Dinas (Disporyata Kota Depok.red) tidak mau datang, tapi Alhamdulillah saya puas,” kata Nuroji.

Ia berharap ada balasan Muhibah ke Brunei dan keliling ke negara serumpun, baik Malaysia maupun Singapura, dengan menyertakan komunitas dan perwakilan komite di DKD.

“Tapi kita lihat kedepannya. Tolong lah kita berkegiatan jangan dicibir, saya kadang-kadang suka tidak tahan untuk tidak marah, karena mengaku tidak menerima undangan, ada tanda terimanya kok, tapi tidak datang. Padahal, kami tidak minta apa-apa, tidak membawa proposal, cukup hadir saja,” tegas Nuroji.

Pihaknya pun terus berupaya untuk membawa seni dan kebudayaan Kota Depok ke mancanegara. Sehingga, ia berharap untuk tidak meremehkan DKD. Padahal, sambung Nuroji, seniman Depok itu besar-besar dan dipandang di luar daerah hingga luar negeri.

“Kami tampilkan semua komunitas yang tergabung di DKD,” ucap Nuroji. (cky)