KURANG DIPERHATIKAN: Drainase yang berada di sisi jalan Tol Desari tahap II buruk, pengembang hanya membuat saluran dengan mengeruk tanah.  Foto: RUBIAKTO/RADAR DEPOK
KURANG DIPERHATIKAN: Drainase yang berada di sisi jalan Tol Desari tahap II buruk, pengembang hanya membuat saluran dengan mengeruk tanah.  Foto: RUBIAKTO/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga yang tinggal di Villa Santika RT4/RW6 Kelurahan Grogol, Kecamataan Limo, tidak lagi nyaman. Terlebih sejak adanya pembangunan jalan Tol Depok-Antasari (Desari) Seksi II di wilayah tersebut.

Ketua RT04/RW06 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Hari Sakti Wibowo mengaku, jika hujan di wilayahnya pasti banjir. Hari beralasan, proyek jalan tol Desari menguruk sungai besar yang melintas sementara gorong-gorong belum disediakan pengembang.

“Kalau hujan selalu banjir, karena tidak ada saluran. Yang dibuat di sisi jalan tol hanya kecil dan tak dapat menampung air hujan,” kata Hari.

Belum lagi, saat panas. Kondisi di Villa Santika mirip gurun. Karena jika truk puso pengangkut tanah melintas, debunya bertebaran, hingga memenuhi rumah.

“Harusnya ada yang nyemprot jalan lingkungan, biar ngga ngebul,” ujar Hari.

Pihaknya hingga saat ini belum mendapat respon dari pihak yang bertanggung jawab, untuk memberi kompensasi dengan memperbaiki saluran air dan penyemprotan jalan.

Senada, disampaikan warga setempat Tonny. Dia mengaku sangat dirugikan dengan pembangunan proyek tersebut. Dirinya meminta agar pengembang bertanggung jawab mengatasi banjir yang terjadi. “Semoga bisa diselesaikan masalah banjir yang ada,” katanya.

Pantauan Radar Depok, di lokasi tersebut sedang dilakukan pembangunan jalan tol Desari Tahap II, progres pembangunan jalan tol memang sangat baik. Namun sayang menyisakan duka bagi warga sekitar.

Belum lagi di lokasi tersebut belum ada pemberitahuan batas proyek, sehingga anak-anak bebas bermain di kawasan proyek. Sejumlah pekerja tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja seperti helm dan sepatu kerja. (rub)