DEKAT MASYARAKAT: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama seluruh elemen Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari disela kegiatan Tea Time, Jumat (5/4). Foto: DICKY/RADARDEPOK

DEKAT MASYARAKAT: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama seluruh elemen Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari disela kegiatan Tea Time, Jumat (5/4). Foto: DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DURENSERIBU – Masyarakat maupun seluruh elemen Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, tidak ingin meninggalkan momen kebersamaan dengan Walikota Depok, Mohammad Idris. Memanfaatkan momen Tea Time, sejumlah elemen masyarakat kelurahan Duren Seribu mencurahkan keinginannya untuk difasilitasi Pemkot Depok, salah satunya adalah Penerangan Jalan Umum (PJU).

Lurah Duren Seribu, Suhendar mengatakan, wilayah Kelurahan Duren Seribu mendapatkan kunjungan Walikota Depok, Mohammad Idris melalu kegiatan Tea Time. Kegiatan Pemkot Depok tersebut, sebagai bentuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat tentang kebutuhan dan kondisi wilayah Duren Seribu.

“Acaranya menegur, menyapa dan mendengarkan aspirasi warga Duren Seribu,” ujar Suhendar kepada Radar Depok, Jumat (5/4).

Suhendar menjelaskan, sejumlah masukan dan dorongan baik dari Pemkot Depok maupun masyarakat menjadi pembahasan, mulai dari infrastruktur, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Dia mencontohkan sejumlah keinginan masyarakat yakni infrastruktur jalan, jembatan, PJU, RW Ramah Anak, dan mengajarkan kembali budaya lokal seperti Gambang Kromong.

Untuk PJU, sambung Suhendar Kelurahan Duren Seribu masih membutuhkan PJU sekitar 50 titik. Hal itu dikarenakan banyak jalan protokol maupun lingkungan masih membutuhkan penerangan, baik pemasangan baru maupun perbaikan. Karena, ada sejumlah PJU yang tidak berfungsi dengan baik. Tidak hanya itu, pengurus lingkungan bersama PKK meminta Pemkot Depok untuk peningkatan intensif atau penguatan kelembagaan.

“Pemkot Depok akan membantu peningkatan budaya lokal,” tutup Suhendar. (dic)