RADARDEPOK.COM, DEPOK– Hasil Uji Lab penderita chikungunya di RT 1/5, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung  sudah keluar. Hasilnya, dari 8 yang diuji lab, 6 diantaranya positif chikungunya. Untuk mencegah semkain bertambahnya korban Dinas Kesehatan fokus pada penanganan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM).

Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini mengatakan, berdasarkan data yang diterima dari hasil uji lab, terdapat enam orang yang positif chikungunya. “Enam orang positif, tapi semua sudah sembuh, karena langsung ditangani,” kata Frovira kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, saat ini pihaknya fokus pada PSN, karena sumber penyakit chikungunya, lantaran berkembangnya sarang nyamuk di lingkungan masyarakat. “Sekarang fokusnya ke pemberantasan sarang nyamuk, karena bukan hanya chikungunya saja yang dapat ditularkan oleh nyamuk, DBD dan malaria juga menjadi ancaman,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya Kamis (4/4/19), gejala penyakit chikungunya di lingkungan RT1/5 terus bertambah. Data terbaru yang dihimpun Puskesmas Ratujaya, hingga kini sudah terdata sebanyak 13 orang yang menderita chikungunya.

“Sebagian warga juga terdapat ruam-ruam kemerahan dan gatal,” kata Frovira Brilyandini kepada Harian Radar Depok.

Agus Maulana (27), dan Tuti Sumiati (43) warga RT1/5, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung sudah merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. “Badan saya terasa panas, badan seperti tidak bertenaga, lemas semua,” kata Agus saat ditemui Harian Radar Depok dirumahnya.

Dia mengatakan, tetangganya sudah ada yang kena lebih dulu, dengan gejala yang sama. “Sebelumnya kakak saya lebih dulu kena, dengan ciri-ciri yang sama,” kata Agus.

Dia menceritakan, di kawasan rumahnya memang banyak terdapat nyamuk. Ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu membuat kondisi tubuh mudah tertular. “Disini memang banyak nyamuk. Setiap hari pasti digigit nyamuk,” terangnya.

Gejala lumpuh dialami selama tiga hari. Dia harus menahan rasa ngilu di persendian, terutama tangan dan kaki. “Saya kira Struk! Sama sekali tidak bisa bangun, mau ke kamar mandi harus di papah,” tegas Tuti.

Namun, gejala itu berangsur membaik setelah pergi ke Puskesmas. “Saya langsung berobat, sampai dua kali bolak balik puskesmas, alhamdulillah sudah bisa jalan lagi,” ujar Tuti. (rub)