AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PEMOHON A5 : Sejumlah warga saat mengurus formulir A5 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Jalan Kartini Raya, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (10/4).
PEMOHON A5 : Sejumlah warga saat mengurus formulir A5 di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Jalan Kartini Raya, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (10/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada batas akhir permohonan formulir A5, Rabu (10/4), Kantor KPU Kota Depok di Jalan Kartini Raya, Kelurahan Depok, Pancoranmas disambangi ratusan warga yang mengajukan formulir pindah memilih tersebut.

Diketahui, menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XV11/2010 dan surat KPU RI nomor 577/PL.02.1-SD/01/KPU/III/2019 tanggal 29 Maret, KPU Kota Depok membuka pengurusan pindah memilih hingga 10 April 2019 pukul 16.00 WIB.

“Masih banyak dari warga yang mengajukan pindah memilih karena berbagai kondisi, seperti tugas kerja, kuliah dan sebagainya. Baik yang masuk ke Depok atau keluar Depok, walaupun dominan yang ingin masuk memilih di Depok,” ungkap Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Depok, Jayadin kepada Radar Depok.

Ia mengungkapkan, lantaran Kota Depok banyak memiliki universitas dan perguruan tinggi, sehingga mayoritas yang mengajukan permohonan A5 didominasi mahasiswa dan mereka yang sedang menjalankan perjalanan dinas ke Depok saat 17 April nanti.

Namun, Jayadin belum bisa memastikan jumlah warga yang mengajukan permohonan A5. Sebab, pihaknya masih melakukan verifikasi dan pendataan. “Belum dipastikan jumlahnya, yang pasti di angka ratusan,” ungkap Jayadin.

Ia menjelaskan, tahapan permohonan A5 sendiri dimulai dari pendaftaran dengan melampirkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku, kemudian mereka akan mendapatkan A5. Selanjutnya mendapatkan lokasi TPS di mana mereka akan terdaftar.

“Di Form A5 itu dituliskan ada di TPS berapa, kelurahan dan kecamatan apa. Mekanisme pencoblosannya bisa dilakukan dari pukul 07.00 -13.00 WIB, normal seperti pemilih biasa di TPS tersebut,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Jayadin, mereka yang mengajukan pindah memilih, tidak mendapatkan seluruh surat suara. Hal ini, tergantung dari mana mereka pindah memilihnya, misalnya hanya ada yang mendapatkan surat suara Pilpres saja, atau DPR RI, DPRD Provinsi dan DPD.

“Rata-rata karena jauh untuk pulang ke rumah di hari pencoblosan adalah mereka yang berbeda provinsi,” tegasnya.

Ia menambahkan, di hari terakhir permohonan A5 banyak yang mengajukan dan harus diteliti lebih dulu kevalidan datanya, sudah terdaftar belum di DPT daerah asal, jika belum maka mereka tidak bisa mengajukan permohonan pindah memilih.

“Jika sudah lengkap, maka tinggal dicetak. Tapi, karena saat penutupan tadi banyak yang mendaftar dan SDM kami terbatas, karena bisa  jadi yang dari pagi hingga 12.00 WIB bisa diambil hari ini, di bawahnya bisa diambil besok. Kami juga melampirkan contact person untuk informasikan,” imbuhnya.

Yang belum dicetak, kata Jayadin, Kamis (11/4) atau sebelum pleno DPTb, formulir A5 sudah dapat diambil.

“Memang untuk pengambilan, sebenarnya harus ditunggu, karena tadi kondisinya crowded, jadi besok kami minta datang untuk mengambil, tapi tergantung dari teman-teman yang mengajukan, tadi ada yang minta izin ambil lusa atau hari lain karena kerja atau kuliah,” pungkasnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengaku senang dengan animo masyarakat yang mengajukan permohonan A5. Hal ini, menandakan antusias masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi sangat tinggi.

“Ini semakin meneguhkan semangat kami untuk menggapai target 80 persen tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019,” ucap Nana. (cky)