SILATURAHMI : Pengurus Daerah DMI Kota Depok berfoto usai mengadakan silaturahmi dengan anggota. Foto:RICKY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI : Pengurus Daerah DMI Kota Depok berfoto usai mengadakan silaturahmi dengan anggota. Foto:RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPO.COM – Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Depok mengajak seluruh umat muslim di Kota Depok untuk memfungsikan masjid sebagai wahana untuk pemersatu umat. Terlebih, 2019 merupakan tahun politik.

Laporan : Ricky Juliansyah

Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2019, beda pilihan politik menyebabkan persaingan tidak sehat. Bahkan, nampak jelas melalui medsos dan di masyarakat saling serang antar lawan politik yang berujung saling hujat, ujaran kebencian, beredarnya hoax.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PD DMI Kota Depok KH. Iie Naseri Muhammad meminta agar menjadikan masjid pemersatu umat.

“Di luar boleh beda pilihan, tapi di masjid berbaris dalam satu shaf sholat. Kita berharap agar bisa memfungsikan masjid sebagai perekat ukhuwah dan pemersatu umat,”ujarnya di kediamannya, Kelurahan Kukusan, Beji.

Menurutnya, masjid adalah area netral yang bebas dari ambisi kepentingan pribadi. Untuk itu, sebagai tempat ibadah yang suci juga tempat bertemunya jamaah tanpa ada perbedaan apapun.

“Kalau sudah di masjid, ya semua sama tidak ada perbedaan berdasarkan status, jabatan, kekayaan, afiliasi politik dan lainnya. Yang ada adalah bagaimana bisa beribadah dengan baik, nyaman dan mensejahterakan jamaahnya,” ucapnya.

Hal senada diutarakan Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian PD DMI Kota Depok Ust. Nur Effendi mengungkapkan agar jangan sampai ada perpecahan antar umat. Ia mengingatkan agar jangan sampai ada saling hina dan menghujat.

“Apalagi di masjid, jangan sampai tempat suci ini dijadikan tempat menyebarkan hoax dan provokasi umat yang mengarah pada perpecahan. Kita berharap masyarakat gunakan hak pilihnya dan berjalan lancar,” tukasnya. (*)