Beranda Satelit Depok KOOD Protes Soal USBN

KOOD Protes Soal USBN

0
KOOD Protes Soal USBN
KONSOLIDASI: Ketua KOOD Depok, Ahmad Dahlan (Bediri enam kiri) bersama aparatur Kecamatan Sawangan dan Bojongsari, beberapa waktu lalu. Foto: DICKY/RADARDEPOK
KONSOLIDASI: Ketua KOOD Depok, Ahmad Dahlan (Bediri enam kiri) bersama aparatur Kecamatan Sawangan dan Bojongsari, beberapa waktu lalu. Foto: DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, RANGKAPANJAYABARU – Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) memberikan reaksinya terkait soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di jenjang pendidikan SMP Tahun Pelajaran 2018/2019 di Kota Depok. Soal yang dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok membuat polemik tentang sejarah Kota Depok.

Dalam soal mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) kelas IX, pada soal nomor 37 terdapat pertanyaan tentang sejarah Kota Depok dari jasa seorang keturunan Belanda yang membuat daerah Depok memiliki kekhasan tersendiri. Pada pilihan jawaban terdapat nama Johanes Camphuys, Maria Cruidenar, Deandeles, dan Cornelis Chastelein. Pada soal tersebut KOOD menyatakan protes akan soal tersebut.

Ketua KOOD Depok, Ahmad Dahlan mengatakan, soal ujian yang dikeluarkan Disdik Kota Depok, pada Mata Pelajaran PLH tentang sejarah Depok, ada kecerobohan pembuatan asal sejarah Kota Depok. Hal tersebut menuai protes dari anggota KOOD sehingga perlu mendapatkan koreksi.

“Kami sudah protes kepada Disdik terkait soal USBN menyangkut sejarah Kota Depok,” ujar Dahlan kepada Radar Depok, kemarin.

Dahlan yang merupakan anak dari salah satu Kelompok 21 dalam Barisan Keamanan Rakyat Depok yakni Salam A, mengungkapkan, Disdik Kota Depok khususnya kepada guru mata pelajaran sejarah untuk selalu teliti dalam memberikan mata pelajaran sejarah maupun pembuatan soal tentang Kota Depok. Dahlan tidak ingin sejarah Kota Depok salah dalam penyampaian, sehingga membuat marah maupun sakit hati kelompok masyarakat, terlebih menyesatkan penerus Kota Depok.

Rencananya, lanjut Dahlan akan mengajak duduk bersama semua pihak untuk mendiskusikan sejarah Kota Depok untuk menghindari kesalahpahaman sejarah Kota Depok. Hal itu untuk menghindari sejumlah versi sejarah Kota Depok. Apalagi terdapat delapan buku tentang sejarah Kota Depok yang harus direstorasi.

“Kita harus duduk bersama terkait sejarah Kota Depok,” terang Dahlan.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SMP Disdik Kota Depok, Muhammad Yusuf menuturkan, protes terkait Soal USBN yang dilakukan KOOD telah diakuinya. Hal itu dikarenakan terjadi kesalahan dalam pengeditan soal. Soal tersebut akan dianulir dan dianggap tidak ada.

Yusuf mengatakan, untuk melakukan klarifikasi soal yang menjadi polemik pihaknya berencana akan mengeluarkan surat edaran dari Kadisdik kepada pihak tertentu. Disdik Kota Depok akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih selektif dalam pembuatan soal mata pelajaran.

“Terima kasih atas masukannya dan kami mohon maaf kepada anggota dan pengurus KOOD,” tutup Yusuf. (dic)