TANGISAN : Kediaman korban dipenuhi keluarga, kerabat, serta tetangga untuk melayat Ita Sachari (27). Kampung Pabuaran RT 002/006, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Foto: ARNET/RADARDEPOK
TANGISAN : Kediaman korban dipenuhi keluarga, kerabat, serta tetangga untuk melayat Ita Sachari (27). Kampung Pabuaran RT 002/006, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Foto: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Isak tangis keluarga korban serta rekan pecah saat jenazah Ita Sachari, hadir dikediamannya, Kampung Pabuaran RT2/6, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (8/4). sejak siang hingga malam tak henti-hentinya tetangga ingin membaca doa kepada almarhum.

Kepergian ibu berusia 27 tahun ini tak ada yang menduga, terlebih dengan cara kepergiannya yang nahas di Jalan Margonda Raya, Depok. Sayangnya, ketika Harian Radar Depok kelokasi almarhum ayah dan ibunya orang yang paling dekat dengan korban, tak ada satu kata yang keluar selain tangisan yang dalam dikeluarkan.

Tetangga korban, Naman mengatakan, Ita sebagai perempuan kebanggaan orang tuanya ketika kumpul dengan tetangga.

“Ini sudah rencana Allah, pastinya terbaik. Dia memang sedang kerja di salah satu swalayan atau toko. Saya juga jarang ketemu karena memang kerja,” kata Naman kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Keluarga serta kerabat tidak bersedia memberikan informasi sepeninggalan Ita. Kepergian perempuan yang saat kejadian mengenakan jaket coklat tersebut memang cukup tragis. Korban ditemukan dengan kepala nyaris terlepas.

Hingga malam, akhirnya Polisi mengamankan rekaman kamera CCTV terkait temuan mayat Ita Sachari (27) di Jalan Margonda Raya, Depok. Rekaman itu menjadi salah satu petunjuk bagi polisi hingga disimpulkan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal.

“CCTV juga sudah kita lihat. Tidak ada tanda-tanda keramaian, normal aja jalan. Tetapi memang ada yang kemudian memelankan kendaraannya,” jelas Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo kepada Harian Radar Depok.

Sutomo mengatakan, CCTV ini diperoleh dari sebuah tempat usaha di seberang lokasi kejadian. Sedangkan CCTV yang lebih dekat ke lokasi tidak ditemukan. “CCTV di MUG Coffee tidak berfungsi sejak setahun lalu, sedangkan di showroom mobil tidak ada CCTV,” jelas Sutomo.

Dalam rekaman CCTV yang diperoleh, kecelakaan terjadi pada pukul 05:40 WIB. Situasi lalu lintas di sekitar lokasi sudah ramai kendaraan.

Dalam rekaman CCTV itu tampak sebuah sepeda motor diduga korban melesat dengan kecepatan tinggi. Tidak lama setelah itu, beberapa motor memelankan laju kendaraannya.

Saksi petugas kebersihan mendengar suara benturan keras pada saat itu. Saksi kemudian melihat ke lokasi dan menemukan korban sudah meninggal dengan kondisi kepala putus.

Sutomo mengatakan, diduga sepeda motor Honda Vario bernopol B-3678-ENU yang dikendarai korban menyerempet separator yang ada di jalur cepat Jalan Margonda arah Depok. Hal ini terbukti dari bekas lecet-lecet pada bagian kanan motor korban.

“Motornya nyenggol pembatas jalan. ‘Kan pembatas jalannya itu ada pagar dari kawat sling itu, kemudian jatuh ke situ sehingga kepala putus,” papar Sutomo.

Motor korban terpelanting sejauh 30 meter dari posisi korban. Motor tersebut saat ini diamankan di Unit Laka Lantas Satlantas Polresta Depok.

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto menegaskan, belum bisa memberikan kepastian terkait hal ini, semuanya masih di dalami. Sebab tidak orang yang melihat langsung kalau itu murni kecelakaan.

“Salah satunya, pesapu jalan yang menurut dia mendengar suara keras bersamaan dengan melintasnya sebuah mobil searah dengan korban, tapi dia tidak melihat langsung,” kata Didik.

Semuanya masih dalam penyelidikan kepolisian. Diduga korban meninggal sekitar pukul 05.00 WIB, di depan show room Jaya Baru dan MUG coffe, Jalan Margonda Raya, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Depok.(cr2)