Beranda Metropolis Mengendarai Kendaraan Masih Boleh Merokok

Mengendarai Kendaraan Masih Boleh Merokok

0
Mengendarai Kendaraan Masih Boleh Merokok
DILARANG : Seorang pengendara merokok sambil mengendarai sepeda motor di kawasan Grand Depok City, Jumat (5/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DILARANG : Seorang pengendara merokok sambil mengendarai sepeda motor di kawasan Grand Depok City, Jumat (5/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Beberapa pekan ini, lalu-lintas jalan di berbagai kota di tanah air, diisi sosialisasi larangan merokok saat berkendara. Baik untuk kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4). Jadi, para perokok pasif mulai lega, karena setidaknya tak lagi ‘diasapi’ pun terkena risiko tersundut.

Sayangnya, pelarangan merokok sambil berkendaraan di jalan raya yang dikenakan hukuman atau ditilang ini belum merata diberlakukan. Salah satunya di Kota Depok, Jawa Barat.

Kasatlantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, belum diberlakukan hukuman atau pemberian surat bukti pelanggaran atau tilang, bagi pengendara yang merokok saat mengemudi di jalan raya. “Belum diterapkan,” singkat Sutomo kepada Harian Radar Depok, Jumat (5/4)

Kendati demikian, para anggota Satlantas diinstruksikan, agar menegur secara humanis bagi pengendara yang merokok. Ketika berada di balik setang kemudi.

Menyikapi hal ini, Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata mengatakan, peraturan dilarang merokok sambil berkendara sudah ada sejak 2009.

Kemudian, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor, yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

“Seharusnya peraturan ini untuk mengingatkan kembali memori aparat hukum dalam melakukan penegakan hukum terhadap pengguna jalan raya,” kata Djoko Setijowarno.

Ia menambahkan, Pasal 160 UU No:22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur setiap pengemudi dilarang, melakukan aktivitas yang mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan bermotor.

Salah satu aktivitas yang dilarang saat mengemudi adalah merokok dan jika melanggar bisa dikenai sanksi denda. “Sesuai aturan itu bagi yang melanggar akan dikenakan denda Rp 750.000 atau kurungan paling lama tiga bulan sesuai yang diatur dalam pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009,” katanya.

Menurut Djoko Setijowarno, adanya aktivitas lain seperti merokok akan mengganggu konsentrasi. Dan menyebabkan terjadi kecelakaan lalu-lintas, serta membahayakan dirinya juga pengguna jalan lainnya.

Lalu peraturan tidak boleh merokok saat mengemudikan kendaraan itu adalah untuk membangun budaya selamat dalam berlalu-lintas. “Ketegasan polisi dan kedisiplinan para pengemudi kendaraan agar terbangun budaya lalu-lintas yang berkeselamatan,” bebernya.

Dia menambahkan, tanpa terbitnya Permenhub No. 12 Tahun 2019, sebenarnya larangan itu tetap berlaku. Bisa jadi selama ini ada pembiaran, sehingga sekarang perlu ditertibkan kendali demi keselamatan bagi semua.(rub)