Beranda Metropolis Narkoba, Sajam dan Pistol Dihancurkan 

Narkoba, Sajam dan Pistol Dihancurkan 

0
Narkoba, Sajam dan Pistol Dihancurkan 
DIMUSNAHKAN : Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari beserta unsur Forkopimda lainnya  memusnahkan barang bukti di Kejaksaan Negeri Depok, Selasa (2/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIMUSNAHKAN : Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sufari beserta unsur Forkopimda lainnya  memusnahkan barang bukti di Kejaksaan Negeri Depok, Selasa (2/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, memusnahkan barang bukti (Barbuk) dari lebih 100 kasus perkara sepanjang 2018 hingga awal 2019. Mulai dari Narkoba hingga pistol jenis shofgun dihancurkan, di halaman Kejari Depok, Jalan Boulevard Raya, Cilodong, Selasa (2/4).

Barang bukti yang dimusnahkan antara lain 6,7 kilogram ganja kering, 862 gram sabu beserta sejumlah alat hisap (bong), 158 butir tramadol, 22 butir ekstasi, uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak 2.000 lembar, 10 unit air softgun berikut peluru, serta senjata tajam (sajam) berupa enam celurit dan tiga golok yang disita dari geng motor.

“Ada lebih dari 100 perkara, tapi 90 persen merupakan kasus narkoba, termasuk tadi,” ujar Kepala Kejari Depok, Sufari kepada Harian Radar Depok, Selasa (2/4).

Seluruh barang bukti itu, dimusnahkan dengan berbagai metode. Untuk barang bukti ganja, alat hisap sabu, obat terlarang, dan uang palsu, dimusnahkan dengan cara dibakar. Kemudian, air softgun dan senjata tajam dengan cara dipotong atau dihancurkan. Di sisi lain, sabu dilarutkan di dalam air sehingga tidak dapat digunakan lagi.

“Barang bukti senjata tajam disita dari geng motor jepang atau jembatan mampang,” bebernya.

Pemusnahan barang bukti itu, disaksikan pihak Pemerintah Kota Depok, Pengadilan Negeri Depok, BNN Kota Depok, serta Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok.

Sufari menjelaskan, pemusnahan barang bukti itu merupakan rangkaian dari proses penyelesaian suatu perkara. Sebab perkara tidak bisa selesai kalau tidak dieksekusi. “Tentu kalau barang buktinya kita musnahkan berarti perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap, baik di tingkat pengadilan negeri, banding, maupun kasasi,” kata Sufari.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang turut hadir dalam acara pemusnahan barang bukti itu. Dia berharap, aparat terkait terus mengungkap tindak kriminal yang marak di Kota Depok, khususnya kasus narkoba dan geng motor atau begal.

Dia menyampaikan Pemerintah Kota Depok, akan menambahkan anggaran untuk penanganan narkoba. Anggaran tersebut bersumber dari APBD dan akan diberikan melalui Polresta dan BNN Kota Depok.

Menurutnya, penambahan anggaran tersebut sebagai bentuk apresiasi pemkot terhadap kinerja BNN dan Polisi dalam mengungkap dan mengamankan pengedar narkoba dengan jumlah yang besar.

“Kami (Pemerintah Depok) telah melakukan sharing dan koordinasi dengan Polres dan BNN Depok guna menghasilkan langkah apa ke depan. Kami sangat mendukung dan akan menambahkan anggaran penangulangan dan pencegahan narkoba melalui APBD 2020,” tegas Pradi Supriatna.

Penambahan tersebut, masih dikaji bersama DPRD Kota Depok. Ia berharap dengan penambahan anggaran ini dapat menyelamatkan generasi muda, sebab narkoba kebanyakan dikonsumsi dari anak muda. “Kami siap membantu generasi kita kedepan,” ucap Politisi Partai Gerindra ini.

Sementara, Kepala BNN Kota Depok, AKBP Rusli Lubis menambahkan, Kota Depok merupakan wilayah rawan narkoba. Ia menyebutkan ada sembilan wilayah rawan narkoba. “Di Depok ini tidak ada kampung narkoba, yang ada kawasan rawan narkoba. Jumlahnya ada sembilan kawasan,” ucap Rusli.

Narkoba yang beredar kebanyakan jenis sabu dan ganja. Ia menerangkan, barang-barang yang diedarkan tersebut berasal dari luar Depok, seperti Bogor, Tangerang, dan Cianjur. “Paling banyak kita berhasil sita dan amankan narkoba jenis sabu. Untuk latar belakang pengedar mengedarkan narkotika karena perekonomian,” pungkasnya. (rub)