Beranda Satelit Depok Ratusan Anggota Aisyiyah Depok Nobar 9 Putri Sejati

Ratusan Anggota Aisyiyah Depok Nobar 9 Putri Sejati

0
Ratusan Anggota Aisyiyah Depok Nobar 9 Putri Sejati
SEJARAH: Ratusan anggota Aisyiyah Kota Depok dan Muhammadiyah Kota Depok ikut serta dalam kegiatan Nobar film 9 Putri Sejati yang diadakan di Aula P4TK Penjas dan BK, Sabtu (30/3). Foto: PEBRI/RADAR DEPOK
SEJARAH: Ratusan anggota Aisyiyah Kota Depok dan Muhammadiyah Kota Depok ikut serta dalam kegiatan Nobar film 9 Putri Sejati yang diadakan di Aula P4TK Penjas dan BK, Sabtu (30/3). Foto: PEBRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Ratusan anggota Aisyiyah Kota Depok dan Muhammadiyah Kota Depok ikut serta dalam kegiatan nonton bareng (Nobar) film 9 Putri Sejati. Film yang diproduksi oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhanmadiyah tersebut menceritakan tentang sembilan perempuan pendiri Aisyiyah di tahun 19 Mei 1917.

Ketua Aisyiyah Kota Depok, Rusmiyati mengatakan, kegiatan nobar tersebut adalah bagian dari rangkaian kegiatan menjelang perayaan HUT ke-105 Aisyiyah. Kegiatannya dibagi dua sesi, yakni dari pukul 08.00-10.00 dan 10.00 – 12.00 WIB. Karena pesertanya cukup banyak yakni sekitar 500 orang.

“Anggota Aisyiyah se-Kota Depok turut serta hadir, bahkan pengurus Muhammadiyah Depij pun hadir,” katanya.

Rusmiyati menjelaskan, dengan diadakannya nobar film 9 Putri Sejati, maka anggota Aisyiyah Kota Depok jadi tahu tentang perjuangan istri-istri dari anggota Muhammadiyah untuk perempuan dan Indonesia. Dengan begitu, semua anggota Aisyiyah jadi tahu arah perjuangan dan apa yang akan dilakukannya untuk meneruskan perjuangan para pendiri Aisyiyah.

“Di tahun 1914 awalnya bernama pengajian Sopo Tresno yang maksudnya mencintai Alquran. Dan di rahun 1917 diresmikan menjadi Aisyiyah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Depok, Idrus Yahya menjelaskan, di film 9 Putri Sejati menunjukan kalau Muhammadiyah dari sebelum kemerdekaan sudah memperjuangan hak-hak wanita, dan memiliki visi kemerdekaan. Apalagi Aisyiyah adalah penggagas diadakannya Kongres Perempuan Nasional di Yogyakarta, 22 Desember 1928.

“Banyak peran yang dilakukan Aisyiyah, dan semoga kedepannya bisa terus eksis dalam memajukan bangsa Indonesia. Karena perempuan adalah sumber pendidikan paling awal, yakni di keluarga,” jelasnya. (peb)