AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SEMRAWUT : Tampak terlihat jejeran lapak pedagang kaki lima yang berjualan di area car free day kawasan Grand Depok City, Minggu (7/4).
SEMRAWUT : Tampak terlihat jejeran lapak pedagang kaki lima yang berjualan di area car free day kawasan Grand Depok City, Minggu (7/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Banyak warga mempertanyakan sikap tegas Satpol PP Kota Depok atas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kembali marak berdagang di Pasar Kaget kawasan Grand Depok City (GDC) sehingga warga terganggu saat ingin melakukan olahraga.

Padahal PKL yang biasa berjualan di kawasan GDC sudah sering ditertibkan, karena jelas-jelas telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum, Tertib Usaha/Berjualan.

Namun disayangkan, sikap tegas Satpol PP itu tidak dilanjutkan lagi hingga saat ini sehingga PKL kembali marak berjualan di kawasan tersebut.

Salah seorang warga yang melintas Rijal (36) saat dimintai keterangannya mengatakan, jumlah PKL yang berdagang makin ramai.

“Setiap Minggu pedagang di GDC memang sangat ramai, sehingga sangat menggagu lalu lintas” katanya.

Meskipun begitu, Ia mengaku, PKL yang berdagang sekarang memang tidak separah dulu. Akan tetapi, masih katanya, keberadaan para pedagang cukup lumayan mengganggu aktivitas warga yang ingin berolahraga pagi dikarenakan para pedagang berjualan di jalur lambat.

Sementara itu, Aditya Nugroho mengaku heran dan tidak mengerti kenapa para pedagang diperbolehkan berdagang lagi. Padahal di lokasi, ada Satpol PP Kota Depok dan terkesan memperbolehkan para pedagang untuk berjualan kembali.

“Padahal ada petugas Satpol PP di lokasi. Mungkin para pedagang sudah dibolehin sama Pemkot Depok untuk berdagang sama seperti pedagang di Pasar Tanah Abang,” katanya sambil merasa heran.

Terlebih lagi, lanjutnya, para pedagang itu berdagang di jalur lambat sehingga membuat warga harus beraktivitas di jalur cepat yang banyak dilalui pengendara kendaraan bermotor sehingga dapat membahayakan jiwa warga yang sedang olahraga pagi di lokasi tersebut.

“Jumlah pedagangnya sih sekarang ini memang lebih sedikit enggak seperti dulu. Tapi mereka berdagang di jalur lambat sehingga banyak warga yang olahraga dan berjalan kaki di jalur cepat. Kan bahaya banget itu kalau ada orangtua yang bawa anaknya,” ujarnya. (rub)