Beranda Utama Telat Lapor SPT Pajak Disanksi

Telat Lapor SPT Pajak Disanksi

0

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Batas pelaporan surat pemberitahuan (SPT) pajak berakhir pada 31 Maret 2019. Jumlah masyarakat yang melaporkan kewajiban pajaknya terus meningkat. Namun, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan memperpanjang masa pelaporan SPT hingga Senin (1/4).

Bila melewati masa yang telah ditentukan, maka wajib pajak akan dikenakan sanksi atau denda sesuai aturan yang berlaku.

Terkait hal ini, Kepala KPP Pratama Depok-Sawangan, Mamik Eko Soesanto membenarkan bila pelaporan SPT pajak diperpanjang hingga Senin 1 April 2019, bagi wajib pajak orang pribadi.

“Harusnya tanggal 31 Maret sudah ditutup, tapi karena 31 nya libur ya diperpanjang sampai dengan tanggal 1 saja. Hari ini KPP Depok-Sawangan buka di Detos juga ko..,” ungkap Mamik kepada Radar Depok, kemarin (31/3).

Mamik mengaku, di wilayahnya untuk pelaporan SPT posisi per hari Sabtu (30/3) sudah lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya. Karena sejumlah upaya terus dilakukan, guna meningkatkan wajib pajak yang melaporkan SPT pajaknya. Mulai dari pemasangan spanduk pekan panutan oleh pejabat, buka pojok pajak di instansi dan mal, hingga memberikan surat imbauan yang disampaikan kepada wajib pajak.

“Tentunya yang lapor sebelum tanggal 31 lebih cepat lebih baik. Iya, untuk wajib pajak orang pribadi kalau telat lapor Rp100 ribu dendanya,” tegas Mamik.

Mamik menyebutkan, KPP Pratama Depok-Sawangan di tahun 2019 ini memiliki target program. Di antaranya, penggalian potensi pajak prioritas, wajib pajak property, dan juga perdagangan yang ada di Kota Depok.

“Selain itu kami akan intensifkan kerjasama data dengan Pemkot Depok, termasuk di dalamnya pembinaan kepada UMKM,” ucap Mamik.

Senada, Kepala KPP Pratama Depok-Cimanggis, Deni Hendana menyebutkan, target e-Filing Depok-Cimanggis sudah melebihi target. Tetapi hal tersebut akan terus dikembangkan agar wajib pajak yang melakukan pelaporan pajaknya terus meningkat.

“Target e-filing KPP Depok-Cimanggis sudah 108 persen per hari Sabtu kemarin. Dari 58 ribu target seperti yang dilaporkan melalui e-filing,” tutur Deni kepada Radar Depok, kemarin (31/3).

Selain itu Deni melanjutkan, sesuai dengan Keputusan Dirjen Pajak Nomor 95 dan siaran pers Nomor 12 yang dikecualikan dikenakan denda administrasi menyampaikan SPT sampai tanggal 1 April, di antaranya wajib pajak orang pribadi yang melakukan pembukuan dengan akhir tahun buku 31 Desember 2018.

Kemudian diwajibkan melakukan pencatatan termasuk wajib pajak orang pribadi yang melakukan usaha atau pekerjaan bebeas, yang diperbolehkan menghitung penghasilan netto dengan menggunakan norma.

“Serta yang dikenai pph, yang bersifat final termasuk UMKM. Di luar itu, pelaporan SPT yang dilakukan besok (hari ini, Red) dikenakan denda administrasi. Misalnya, wajib pajak orang pribadi karyawan,” tegas Deni.

10,93 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama mengatakan, hingga Sabtu (30/3) malam, sudah 10,93 juta wajib pajak (WP) SPT Tahunan yang sudah melaporkannya.

“Termasuk di situ 270 ribu SPT Tahunan WP Badan. SPT e-filling (online) tetap sekitar 93 persen,” ujar Yoga, Minggu (31/3).

Lebih lanjut Yoga mengatakan, sejatinya masa pelaporan SPT seharusnya berakhir hari ini. Namun, waktunya diperpanjang hingga 1 April 2019. Hal itu sesuai Kepdirjen Pajak No 95/PJ./2019, apabila disampaikan tgl 1 April 2019 hari Senin besok, tidak akan dikenakan sanksi. “Kelonggaran itu hanya untuk penyampaian SPT Tahunan, sedangkan apabila terdapat kurang bayar, tetap harus dilunasi paling lambat 31 Maret 2019 ini,” tuturnya.

Dia berharap, dengan diperpanjangnya masa pelaporan SPT dapat membuat antusias masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara bisa dipenuhi. “Kami yakin, sampai besok (hari ini, Red) akan tetap banyak WP OP yang menyampaikan SPT Tahunannya,” pungkasnya. (gun/jpc)