AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SERIUS : Sejumlah siswa saat mengerjakan soal Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di SMP Negeri 26, Jalan Mangga, Kecamatn Beji, Selasa (9/4).
SERIUS : Sejumlah siswa saat mengerjakan soal Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di SMP Negeri 26, Jalan Mangga, Kecamatn Beji, Selasa (9/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari pertama berlangsung Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami kendala selama satu jam. Alhasil membuat seluruh siswa panik karena waktu pelaksanaan ujian terus berjalan.

Seperti USBK di SMP Negeri 26 Depok. Siswa di sekolah ini tidak bisa mengerjakan soal tepat waktu dikarenakan soal-soalnya tidak muncul, padahal siswa sudah berhasil login.

Kepala SMPN 26 Depok, Antoni mengatakan, kendala teknis terjadi pada sesi satu pukul 07:30 dan berlangsung selama satu jam. Sehingga para siswa baru bisa mengerjakan soal pukul 08:30.

“Tadi ada kendala dari server pusat di soal untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, sempat molor satu jam jadi siswa baru mulai mengerjakan soal pukul 08:30,” kata Antoni kepada Radar Depok, kemarin (9/4).

Saat terjadi kendala para siswa tetap berada di ruang ujian dan membuat mereka panik. Operator USBK di SMPN 26 Depok langsung melaporkan kendala tersebut ke kepala operator yang berada di SMP Negeri 6 Depok. Berdasarkan laporan, lanjut Antoni, kendala terjadi hampir di seluruh sekolah yang masih menggunakan KTSP 2006. Sedangkan sekolah yang telah menggunakan Kurikulum 2013 (Kurtilas) berjalan lancar sejak pukul 07:30.

“Di KTSP 2006 ada dua paket soal A dan B, jadi kendalanya saat paket A muncul yang paket B tidak ada soalnya. Begitu juga sebaliknya, alhamdulillah soal muncul semua dan siswa mulai mengerjakan jam 08:30,” paparnya.

Tercatat sebanyak 184 siswa kelas IX di SMP Negeri 26 Depok mengikuti USBK. Di sekolah yang berlokasi di Jalan Mangga, Kelurahan/Kecamatan Beji ini menggunakan tiga server utama dan satu sever cadangan. Serta pelaksanaan ujian hanya dibagi menjadi dua sesi. “Alhamdulillah di sesi dua tidak ada kendala,” terang Antoni.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin membenarkan bahwa terjadi kendala teknis di hari pertama pelaksanaan USBK tersebut. Kendala terjadi di enam sekolah negeri dan 15 sekolah swasta. “Iya tadi saat saya mantau di SMP Negeri 23 Depok ada kendala di kategori soal KTSP 2006. cukup lama hampir satu jam saya disitu, soalnya baru muncul jam 08:30,” ujarnya.

Saat pertama terjadi kendala, Thamrin langsung meminta siswa meninggalkan ruang ujian dan ke kelas masing-masing. Hal itu dilakukan supaya menenangkan pikiran siswa agar tidak panik karena terjadi kendala teknis tersebut. “Saya langsung imbau ke guru dan kepala sekolah supaya anak-anak di kelas saja, dan segera siapkan Ujian Sekolah Berbasis Kertas Pensil (USBKP) agar siswa tetap bisa ujian,” imbuhnya.

Waktu pelaksanaan ujian seharusnya berlangsung dari pukul 07:30 hingga 09:30. Namun karena terjadi kendala membuat siswa baru bisa mengerjakan soal pukul 08:30. Thamrin pun mengimbau kepada seluruh sekolah yang terdampak kendala untuk tetap memberikan waktu selama dua jam pengerjaan soal kepada siswa.

“Tetap dua jam jadi dari pukul 08:30 sampai 10:30 hak mereka tetap kita penuhi. Jadi di sesi dua juga sempat molor satu jam karena terpakai waktunya untuk menambah waktu terbuang akibat kendala teknis tadi,” bebernya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Thamrin mengungkapkan sekolah negeri yang masih menggunakan KTSP 2006 di antaranya SMP Negeri 14, SMP Negeri 21, SMP Negeri 22, SMP Negeri 23, SMP Negeri 24, SMP Negeri 25 dan SMP Negeri 26. Dia berharap tidak terjadi kembali kendala teknis di pelaksanaan USBK hari berikutnya. Dirinya mengimbau kepada seluruh sekolah agar cepat tanggap melapor ke operator utama apabila mengalami kendala di sekolah masing-masing.

“Kita tetap pastikan operator utama untuk selalu memantau ke server pusat di Bandung. Dan sekolah juga langsung mengamankan anak-anak di kelas lain jangan di ruang ujian, supaya siswa tidak terlalu panik,” pungkas Thamrin. (san)