TRANSFERILMU: Sejumlah siswa Pondok Pesantren berkunjung di gudang Recyle Solution, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. Foto: DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Menjadi sukses tidak membuat Recycle Solution berpuas diri. Recycle Solution kerap memberikan edukasi kepada siswa tentang pemanfaatan sampah. Secara tidak langsung, Recyle Solution ikut mengkampanyekan kepedulian masyarakat terhadap sampah dan pentingnya kebersihan lingkungan. 

Laporan: Dicky Agung Prihanto

 Gudang Recyle Solution kerap didatangi sejumlah siswa dari sejumlah sekolah, salah satunya santri Pondok Pesantren dari wilayah Kabupaten Bogor. Kedatangan santri tersebut ingin mengetahui dan mendapatkan edukasi terkait sampah yang dikelola Recyle Solution.

Sambil sesekali melihat handphone yang berada digenggaman tangannya, Marketing Director Recycle Solution, Serly Susanti mengatakan, tidak sedikit Recyle Solution kerap dijadikan siswa untuk belajar tentang sampah. Untuk itu, pihaknya memberikan pemahaman dan edukasi kepada siswa, tentang pemanfaatan sampah menjadi nilai ekonomis, salah satunya sampah kardus.

“Kami ingin siswa sejak dini mengenal tentang sampah,” ujar Serly.

Perempuan berhijab tersebut mengungkapkan, transfer ilmu tersebut sangat penting diberikan sehingga sejak dini siswa telah mengenal tentang sampah baik dari sisi negatif maupun positifnya.

Namun, dirinya ingin siswa memanfaatkan sampah menjadi hal yang positif salah satunya dengan mendatangkan nilai ekonomi sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang mandiri.

Serly menjelaskan, sampah kardus memiliki nilai ekonomis dan dapat dijadikan daur ulang. Sampah kardus nantinya akan dilebur kembali menjadi bubur kardus untuk dijadikan kardus kembali maupun bahan lainnya. Pembekalan yang diberikan pihaknya, dapat mengunggah santri untuk peduli akan sampah sehingga menciptakan lingkungan yang bersih namun memiliki nilai ekonomis.

“Lihatlah sampah seperti tumpukan emas sehingga menggugah diri kita untuk bergerak memanfaatkan sampah menjadi hal lebih baik,” terang Serly.

Perempuan kelahiran Apil 1982 tersebut menuturkan, secara tidak langsung edukasi yang diberikan Recyle Solution ikut mengkampanyekan kepada masyarakat untuk peduli akan sampah. Dia menilai, apabila masyarakat bersahabat dengan sampah, sampah akan memberikan nilai ekonomis dan keuntungan untuk masyarakat.    Namun apabila masyarakat tidak peduli dengan sampah, bukan tidak mungkin sampah menjadi permasalahan terhadap lingkungan masyarakat.

“Peduli dengan sampah untuk merubah lingkungan dan kehidupan menjadi lebih baik,” tutup Serly. (*)